KRAKSAAN, Radar Bromo- Salah satu lahan aset milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, terdampak pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi).
Kini, Dinas PUPR mencari lahan penggantinya. Harapannya mendapatkan pengganti lahan di wilayah Kecamatan Sukapura.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra mengatakan, tanah Dinas PUPR yang terdampak tol itu berada di wilayah Kecamatan Paiton. Berupa lahan persawahan.
“Berupa sawah. Disewakan dan kini terdampak pembangunan jalan tol. Kami sedang mencari pengganti atau tukar gulingnya,” ujarnya, Rabu (29/11).
Tanah pengganti itu, kata Hengki, sedang diproses oleh Bagian Aset Pemkab Probolinggo. Sejumlah opsi akan diambil Dinas PUPR atas tanah penggantinya.
“Rencanannya kalau bisa gantinya yang memiliki nilai investasi besar. Seperti di Sukapura atau wilayah Kraksaan. Kalau di Kraksaan bisa buat kantor, jika misalnya nanti dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Sukapura menjadi opsi pertama karena lahan di daerah ini memiliki nilai lebih tinggi.
Para investor luar daerah banyak yang ingin berinvestasi di wilayah yang tak jauh dari kawasan Gunung Bromo ini.
“Bisa nanti kami sewakan kepada investor. Bisa masuk PAD (pendapatan asli daerah). Misalnya, dibuat hotel dan lain sebagainya,” jelasnya.
Luasan tanah yang terdampak tol itu, tidak begitu lebar. Hanya sekitar 4.710 meter persegi atau 0,4 hektare.
Nila appraisal-nya sekitar Rp 2,4 miliar. “Tidak begitu luas. Hanya saja kami ngotot penggantinya harus tanah yang memiliki nilai lebih tinggi,” katanya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando