Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Stok Pupuk Bersubsidi di Kab Probolinggo Makin Menipis

Achmad Arianto • Minggu, 5 November 2023 | 19:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

DRINGU, Radar Bromo- Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo terus mengevaluasi ketersediaan stok pupuk bersubsidi. Sejauh ini stok dua pupuk bersubsidi tersisa 30 persen.

Serapan pupuk dipengaruhi musim. Ketika musim hujan atau masuk masa tanam padi, serapannya lebih tinggi.

Karenanya, setiap bulan dan setiap tahapan penyaluran pupuk harus dievaluasi. Agar stoknya dapat mencukupi kebutuhan hingga tutup tahun.

“Untuk pupuk bersubsidi memang terus kami pantau. Harapannya mencukupi sampai akhir tahun. Sesuai rencana dan tahapan penyalurannya," ujar Staf Fungsional Analis Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Dadik Eko Suprapto.

Dari data terakhir penyaluran pupuk bersubsidi September, realisasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo, cukup tinggi. Di antaranya, pupuk urea dengan alokasi 30.604,917 ton telah tersalurkan 21.338,208 ton atau 69,72 persen. Sisanya 30,28 persen atau setara 9.266,709 ton.

Pupuk jenis NPK dialokasikan 23.393,761 ton. Sejauh ini telah tersalurkan 14.134,146 ton dengan persentase salur 60,42 persen. Tersisa 9.259,615 ton atau 39,58 persen.

Dadik menjelaskan, distribusi pupuk sudah sesuai tahapan penyaluran. Menyesuai kebutuhan petani saat masa tanam berdasarkan pertimbangan luas lahan dan jenis tanaman yang sebelumnya sudah terdata.

Sayang, meski sudah dihitung, masih banyak petani yang menggunakan pupuk secara berlebihan. Hal inilah turut menjadi faktor kurangnya stok pupuk. Selain itu, pemberian pupuk yang tidak sesuai dosis dampaknya juga mengurangi kesuburan tanah. Sebab, pupuk yang digunakan merupakan pupuk kimia.

“Pada prinsipnya, stok pupuk cukup. Karena memang telah dihitung sebelumnya. Namun, masih ada petani yang memakai pupuk lebih dari dosis. Inilah yang menyebabkan petani merasa kekurangan," katanya. (ar/rud)

Editor : Ronald Fernando
#pupuk subsidi #pertanian kabupaten probolinggo