LUMBANG, Radar Bromo - Beragam bencana terus mengintai Kabupaten Probolinggo. Setelah banyak terjadi bencana kebakaran selama kemarau, kini mulai muncul cuaca ekstrim dan angin kencang. Jumat (3/11) sore, empat rumah warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, disapu angin.
Atap empat rumah itupun rusak. Beruntung tidak sampai makan korban jiwa. Bencana terjadi sekitar pukul 14.10.
Awalnya, terjadi hujan di Desa Boto. Hujan yang semakin deras disusul angin kencang. Mengarah ke permukiman penduduk. Hingga akhirnya angin kencang menyapu atap empat rumah warga.
“Kejadian cuaca ekstrim dan angin kencang terjadi sore. Memang sebelumnya wilayah selatan termasuk Desa Boto, sudah mendung," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidullah, Sabtu (4/5).
Angin mengarah ke pemukiman padat penduduk. Masing-masing rumah warga yang disapu anginini jaraknya antara 5-20 meter. Masing-masing milik Mina, 54; Ningrum, 50; Sulastri, 48; dan Sumik, 47. Sebagian atap rumah mereka rusak. “Saat kejadian pemilik ada dirumah,” ujar Zubaidullah.
Atas kejadian ini, BPBD langsung turun. Diketahui, empat rumah itu hanya rusak ringan.
Hanya gentingnya yang jatuh tertiup angin. Sejumlah kayu penyangga genting juga patah tertimpa reruntuhan.
BPBD pun memberikan bantuan. Berupa terpal. Selama masih belum diperbaiki, rumah yang atapnya jebol ditutupi terpal.
“Rumah yang atapnya rusak, kami beri bantuan logistik. Agar bisa digunakan saat panas maupun hujan,” katanya.
Zubaidullah mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Probolinggo, akan memasuki awal musim hujan bulan ini. Karena itu, pada masa pancaroba ini masyarakat diminta waspada.
“Harus bisa melakukan mitigasi risiko bencana,” pesannya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando