DRINGU, Radar Bromo – Pengiriman air rupanya masih akan rutin dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke beberapa daerah. Apalagi musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung di November ini,
BPBD mencatat terdapat 4 desa pada 2 kecamatan mengalami kesulitan air besih sehingga memerlukan pengiriman air bersih.
Meluasnya krisis air bersih akibat musim kemarau terjadi lantaran cuaca cukup terik. Hal ini membuat wilayah yang memiliki sumber air bersih terbatas.
"Selama musim kemarau wilayah potensi kemarau kami pantau. Sebab setiap tahunnya mengalami krisis air bersih," ujar Tenaga Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana
Selama Oktober saja, BPBD Kabupaten Probolinggo telah mengirim air bersih di 22 desa di 12 kecamatan. Di bulan sebelumnya, ada 10 kecamatan yang mengalami krisis air bersih.
"Ada perluasan wilayah krisis air bersih selama bulan Oktober di 2 kecamatan. Sudah kami kirim air bersih," terangnya.
"Total selama September ada 23.447 jiwa atau 8.323 KK yang mengalami kekurangan air bersih. Dalam kurun waktu yang sama juga sudah kami kirimkan 717.000 liter air bersih pada seluruh wilayah terdampak," imbuhnya.
Silvia mengatakan, pihaknya saat ini masih mewaspadai dampak musim kemarau. BMKG memperkirakan di bulan November ini akan turun hujan di beberapa wilayah Kabupaten Probolinggo.
Khususnya wilayah sisi selatan. Namun demikian hujan masih begitu rendah dan hanya bersifat lokal.
Baca Juga: Lolos Kurasi UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, 15 UMKM Ini Unjuk Gigi di Kick-Off HUT ke-128 BRI
"Prakiraan ada hujan namun masih wilayah tertentu saja dan sifatnya lokal. Seperti Kecamatan Krucil dan Tiris. Sementara wilayah lain masih kemarau," jelasnya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando