PAITON, Radar Bromo - Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut di Paiton, Satlantas Polres Probolinggo langsung mengevakuasi bodi bus Madu Kismo. Namun, evakuasi tersebut tidak mudah. Membutuhkan waktu dua jam untuk mengevakuasi bus malam itu.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Iptu Karnoto menjelaskan, proses evakuasi dilakukan sejak pukul 07.00. Mulanya bus yang terguling ditarik dan dikembalikan ke posisi semula. Proses ini dilakukan dengan menggunakan derek.
Selanjutnya, bodi belakang bus ditarik menuju jalur Pantura. Sebab, sebelumnya bus mengarah ke utara berada di bahu jalan. Sayangnya, upaya tersebut tak dapat dilakukan dengan menggunakan mobil derek.
Akhirnya, petugas mendatangkan sebuah dump truck untuk menarik bodi bus. Perlahan, bodi bus ditarik ke arah selatan. Lalu secara perlahan ditarik lagi ke timur. Hingga akhirnya bagian depan bus menghadap ke barat. Setelah itu, baru bus diderek dan diamankan di Pos Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan.
"Evakuasi melibatkan dua kendaraan. Dump truck dan derek. Dua kendaraan tersebut diturunkan untuk percepatan evakuasi," bebernya.
Selama evakuasi, petugas menutup ruas jalan di TKP kecelakaan. Namun, penutupan jalan dilakukan tidak lama. Upaya ini dilakukan selain untuk percepatan proses evakuasi, juga untuk mensterilkan lokasi. Agar tidak terjadi kecelakaan susulan akibat proses evakuasi.
"Evakuasi dilaksanakan sekitar dua jam. Kami tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga perlu memastikan lancarnya arus lalu lintas dari dua arah," tuturnya.
Kini, menurut Karnoto, kecelakaan itu masih dalam penyelidikan oleh Satlantas Polres Probolinggo. Termasuk menyelidiki ODGJ korban tabrak lari yang tergeletak di tengah jalan. (ar/hn)
Editor : Jawanto Arifin