Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ekplorasi Historikal Gunung Argopuro untuk Riset Sejarah

Agus Faiz Musleh • Senin, 2 Oktober 2023 | 16:10 WIB

 

BERANGKAT: Kepala disdikdaya Dwijoko Nurjayadi (tengah udeng coklat) bersama tim Ekplorasi Historikal YANG Argopuro.
BERANGKAT: Kepala disdikdaya Dwijoko Nurjayadi (tengah udeng coklat) bersama tim Ekplorasi Historikal YANG Argopuro.
 

KRUCIL, Radar Bromo - Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo melepas tim Ekplorasi Historikal Yang Argopuro, Minggu (1/10) di Bermi Eko Park (BEP). Tim ini akan melakukan ekspedisi dan riset terhadap gunung Argopuro dan Dewi Rengganis selama tujuh hari yakni sampai Minggu (8/9) mendatang.

Kepala Disdikdaya kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, ekspedisi bertujuan untuk menggali sejarah di gunung Argopuro dan Dewi Rengganis. Lokasi yang akan di eksplorasi, mulai dari puncak gunung Argopuro dan puncak Rengganis.

“Seperti puncak istana Dewi Rengganis, lapangan terbang ada di Sikasur dan bangunan-bangunan pendukung lainnya akan dilakukan riset disana. Begitupula pada pabrik kopi dan peternakan kijang yang ada diatas,” katanya, Minggu (1/10)

Selain menggali sejarah, sebagian untuk mencocokan dengan data sejarah yang ada. Sehingga nanti akan terbentuk sebuah sejarah tetang gunung Argopuro dan Dewi Rengganis. Hasil Historikal Yang Argopuro ini direncanakan untuk menjadi jurnal internasional.

Tim ini berisi 10 orang dari sejumlah daerah. Kebanyakan dari mereka merupakan seorang arkeolog dan dari pencinta alam. Salah satunya Ismail Lutfi, seorang arkeologi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur.

Dwijoko juga menyebutkan, tim ini juga akan memastikan kembali adanya jalur purba menuju Sikasur atau lapangan terbang di masa belanda dulu. Hal ini untuk memastikan akses roda empat menuju sikasur. “”Dahulu saat masa Belanda memang ada jalur roda empat menuju Sikasur. Ketika masa Belanda, roda empat bisa masuk. Mudah-mudahan ini bisa ketemu dan bisa dibuat jalur ke sikasur,” ujarnya.

Sementara itu ketua Bermi Heritage Raka, yang ikut melakukan ekspedisi mengatakan, ekspedisi akan ditempuh selama tujuh hari. Start dari BEP sampai di Taman Hidup. Kemudian dua puncak, Argopuro dan Rengganis. “Seperti misi kami menjadikan Argopuro sebagai cagar budaya,” bebernya.

Ekspedisi dan riset pembuatan sejarah yang dilakukan, diungkap Raka, berpacu dengan waktu. “Harus cepat. Kalau tidak orang-orang yang berperan dalam sejarah ini akan hilang,” katanya.

Perihal heritage atau sejarah yang akan dilakukan eksplorasi, memiliki dua hal. Pertama, aset yang memiliki wujud dan bisa dilihat secara langsung dan yang tidak memiliki wujud atau bentuk fisik. “Yang kami kejar adalah, situs atau peninggalan fisiknya sudah hilang. Namun historisnya dan sejarahnya itu yang harus kami kembalikan. Kalau histori dan rasanya itu kembali Insyallah walaupun bangunan atau situsnya sudah hilang, tetap terwakilkan,” ujarnya.

Tujuan ekplorasi Historikal Yang Argopuro ini, agar anak cucu atau orang-orang di lingkungan sekitar sudah sudah punya sumber sejarah yang bisa di percaya. Sehingga jika selama ini kita dapat sejarah yang rancu waktunya kita meluruskan.

“Secara data kita sudah punya semua, nah pembuktian datanya ini kita perlu terjun kelapangan. Ini Sitius apa sih, Kita akan terjun langsung,” ujarnya. (mu/fun)

Editor : Ronald Fernando
#gunung argopuro #riset sejarah