PAJARAKAN, Radar Bromo - Perbaikan jembatan Pajarakan sudah rampung dibenahi terhitung sejak Sabtu (16/9) malam. Arus lalu lintas sudah kembali normal. Walaupun demikian dalam jangka waktu 4 hari ke depan, hasil perbaikan jembatan masih terus dipantau.
Langkah ini dilakukan setelah pihak PPK melakukan evaluasi konstruksi dan hasil pengerjaan perbaikan jembatan. Jembatan ini sudah layak untuk dilintasi kendaraan seperti pada umumnya. Kendaraan roda dua, hingga roda empat yang bermuatan, boleh melintas seperti sediakala.
"Jembatan sudah normal seperti biasa. Bisa dilintasi oleh semua kendaraan. Asalkan tidak overload," kata PPK wilayah 1.1 BBPJN Provinsi Jawa timur Endi Aktoni.
Ia menjelaskan, idealnya jembatan Pajarakan bisa dilintasi oleh kendaraan dengan bobot 30 ton. Bobot kendaraan yang melintas jembatan mempengaruhi konstruksi. Sebab jika melebihi batas yang telah ditentukan, masa penggunaan jembatan semakin singkat. Serta akan lebih sering melakukan pemeliharaan.
"Bobot kendaraan yang melintas pastinya akan mempengaruhi jembatan. Dalam jangka waktu empat hari pasca penormalan arus jembatan. Akan kami pantau," terangnya.
Selama pemantauan dilakukan, petugas akan bersiaga. Secara berkala akan melihat bidang jembatan yang sudah diperbaiki. Endi memastikan jika bidang yang telah diperbaiki sudah sesuai dengan standar penanganan jembatan rusak.
Saat disinggung perbaikan jembatan secara keseluruhan, Endi menjelaskan, ini masih harus melalui proses pengusulan kepada pemerintah pusat. Selanjutnya akan dilakukan pengecekan. Dari situlah kemudian diputuskan. Apakah jembatan memang perlu dilakukan perbaikan keseluruhan. Ataukah hanya cukup pemeliharaan saja.
"Kalau dilihat dari konstruksi jembatan saat ini masih kokoh. Ada beberapa pengerjaan yang sifatnya menyeluruh namun masih harus mengusulkan. Sejauh ini kondisi jembatan masih baik. Dan aman untuk dilintasi dua arah," pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Jawanto Arifin