KRAKSAAN, Radar Bromo - Aksi demonstrasi kembali dilakukan mahasiswa di depan Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Kraksaan, Selasa (22/8). Mereka menuntut Pemkab Probolinggo menuntaskan persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan melakukan reformasi birokrasi.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini beraksi mulai pukul 15.00. Bergerak dari GOR Sasana Krida menuju kantor Bupati Probolinggo. Di depan kantor bupati, mereka melakukan orasi sekitar 15 menit. Kemudian, perwakilan massa melakukan audiensi di kanto bupati.
Ketua PC PMII Kabupaten Probolinggo Abu Rizal Hakim mengatakan, aksi ini merupakan jilid II. Sebelumnya, pihaknya tidak ditemui Plt Bupati maupun sekertaris daerah (sekda). “Alhamdulillah, kami sudah difasilitasi (untuk beraudensi). Namun, di sisi lain sangat disayangkan, karena pihak pemkab hanya diwakilkan,” ujarnya.
Dalam audiensi, tidak menemukan titik terang atas tuntutan peserta aksi. “Kami membawa sejumlah isu tentang APBD, persoalan pendidikan, dan kesehatan. Belum menemukan titik terang. Terlebih Plt bupati dan sekda tidak menemui secara langsung,” katanya.
Namun, ada sejumlah kesepatan yang dijanjikan perwakilan pemkab. Salah satunya, akan mempertemukan perwakilan massa dengan plt bupati dan sekda. “Sudah disepakati. Estimasi waktunya dua minggu ke depan,” jelasnya.
Perwakilan mahasiswa ditemui oleh Asisten I Pemkab Probolinggo Heri Sulistyanto. Ia mengaku telah berdialog dengan mahasiswa. Sesuai kesepakatan, selesai dialog pihaknya akan langsung melaporkan aspirasi para mahasiswa kepada Plt bupati dan sekda.
“Mereka ingin bisa berdialog langsung dengan Pak Timbul dan Pak Sekda. Ini saya akan melapor ke Pak Bupati. Kalau Pak Sekda, alhamdulillah menyetujui,” ujarnya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando