PEMERATAAN pembangunan menjadi prioritas Pemerintah Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Berlandaskan kebutuhan, seluruh sektor kehidupan masyarakat tak luput dari sasaran pembangunan.
Potensi pertanian di Desa Banyuanyar Lor cukup baik. Hampir seluruh lahan pertanian di desa ini terjangkau irigasi. Tak heran jika mayoritas warganya menggantungkan perekonomiannya terhadap sektor pertanian. Khususnya, pertanian bawang merah.
Memperhatikan potensi ini, pemerintah desa turut mendukung. Secara berkelanjutan melakukan peningkatan hasil pertanian warga. Salah satunya membangun infrastruktur pendukung sektor pertanian. Karena, infrastruktur ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara luas. Khususnya warga yang bekerja sebagai petani dan buruh tani.
“Pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan masuk program pemerintah desa. Infrastruktur pendukung yang kondisinya belum layak secara bertahap kami bangun,” ujar Kepala Desa Banyuanyar Lor Slamet.
Pemerintah desa telah merealisasikan pembangunan irigasi sepanjang 195 meter di RT 12/RW 4, Dusun Krajan 2. Irigasi ini merupakan saluran utama. Melalui irigasi ini, dapat dijangkau areal persawahan yang cukup luas. Mampu mengaliri lahan seluas 150 hektare.
Irigasi ini juga disalurkan ke irigasi kecil lainnya ke arah persawahan warga yang lokasinya lebih pelosok. “Konstruksinya saat ini cukup kokoh karena memang saluran utama, sehingga masa pemanfaatannya juga bisa digunakan dalam jangka panjang," ujarnya.
Sementara itu, masih ada irigasi lain yang menunggu untuk diperbaiki. Di antaranya, sepanjang 320 meter di RT 7/RW 2, Dusun Pasar 2. Saluran ini mampu memenuhi irigasi lahan pertanian seluas 186 hektare. Kemudian, irigasi sepanjang 181 meter di RT 15/RW 5, Dusun Banyubiru. Dengan jangkauan daerah irigasi seluas 225 hektare.
Lahan pertanian di desa cukup potensial ditanami bawang merah, cabai, jagung, dan padi. Karenanya, kebutuhan irigasi harus benar-benar tercukupi. Pemenuhan irigasi memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil pertanian, sehingga pemerintah desa begitu memperhatikan irigasi sampai ke areal pertanian warga.
“Irigasi bagi masyarakat begitu penting. Karena itulah, kami upayakan setiap tahunnya ada pembangunan. Saat ini, masih ada 2 proyek lagi yang menunggu realisasi,” jelasnya.
Tanggulangi Luapan-Perlancar Suplai Air
Penanganan masalah lingkungan juga dilakukan oleh Pemerintah Desa Banyuanyar Lor. Makin dangkalnya sungai, banyak dikeluhkan masyarakat. Sebab, aliran air menuju lahan pertanian tidak normal. Kondisi ini menjadi lebih parah saat debit air meningkat.
Ketika musim hujan atau pintu air dibuka tanpa dikontrol, air akan meluber ke wilayah sekitar yang posisinya lebih rendah. Pemerintah desa pun bergerak cepat. Mengambil tindakan dengan melakukan normalisasi. Sasarannya, sungai di seluruh dusun, meliputi Dusun Pasar 1, Pasar 2, Krajan 1, Krajan 2, dan Banyubiru.
“Kami putuskan seluruh dusun dilakukan normalisasi. Sebab, memang perlu. Jadi, mana saja sungai dan saluran yang mengalami pendangkalan kami normalisasi,” ujar Kepala Desa Banyuanyar Lor Slamet.
Untuk mendapatkan manfaat ganda kegiatan ini, dilakukan dengan cara merangkul warga di sekitar aliran sungai. Setidaknya, ada 360 tenaga kerja tergabung dalam kegiatan Padat Karya Tunai (PKT). Mereka melakukan normalisasi di titik-titik yang memiliki endapan cukup tebal.
“Alatnya terbatas karena dikerjakan secara manual. Namun, hasilnya cukup memuaskan. Kegiatan memiliki manfaat bagi sektor pertanian, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pemerintah Desa Banyuanyar Lor juga sudah merealisasikan beberapa pembangunan fisik lain. Meliputi pavingisasi jalan permukiman sepanjang 458 meter di RT 5/RW 2, Dusun Pasar. Kemudian, pengadaan 10 unit lampu penerangan jalan umum yang dipasang di dusun yang belum memiliki penerangan cukup.
Serta, membangun satu unit rumah tidak layak huni. Realisasi fisik ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa penghuni rumah tidak memiliki kemampuan untuk membangun. Sementara, rumahnya memprihatinkan.
“Pembangunan fisik sudah kami pertimbangkan. Dari beberapa pertimbangan itulah kami putuskan untuk segera merealisasikannya," tuturnya.
Tekan Stunting melalui Posyandu
Bidang kesehatan tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Banyuanyar Lor. Khususnya, balita yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Pemenuhan kebutuhan gizi hariannya harus terjamin.
Masalah pertumbuhan balita salah satunya adalah stunting. Dalam jangka panjang, dampak stunting akan menyebabkan gangguan pada anak. Seperti anak kesulitan belajar, menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Karena itu, pemenuhan gizi sangat diperlukan.
“Penurunan angka stunting dan pemenuhan gizi harian terus kami galakkan. Realisasinya melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT)," ujar Kepala Desa Banyuanyar Lor Slamet.
Slamet mengatakan, pemerintah desa melaksanakan penyaluran PMT melalui kegiatan Posyandu. Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian dan merata. Tercatat ada 225 balita yang mendapatkan PMT.
Menu PMT disiapkan oleh Bidan dan Kader Posyandu. Selama kegiatan Posyandu, tumbuh kembang balita juga terus dipantau. Mulai dari tinggi hingga berat badan.
“Antusiasme warga saat kegiatan Posyandu, cukup baik. Dengan kegiatan ini, kami harap bisa meningkatkan kualitas kesehatan balita. Khususnya mampu menekan angka stunting,” ujar Purnawirawan Polri ini. (ar/rud)
APBDES PEMERINTAH DESA BANYUANYAR LOR TAHUN ANGGARAN 2023
PENDAPATAN
Pendapatan asli desa – Rp 22.848.000,00
Pendapatan transfer – Rp 1.549.327.305,00
Jumlah pendapatan – Rp 1.572.175.305,00
BELANJA
Belanja pegawai – Rp 361.648.520,00
Belanja barang dan jasa – Rp 438.164.124,07
Belanja modal – Rp 695.013.900,00
Belanja tidak terduga – Rp 122.400.000,00
Jumlah Belanja – Rp 1.617.226.544,07
Surplus / (Defisit) – (Rp 45.051.239,07)
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan – Rp 101.365.739,07
Silpa tahun sebelumnya – Rp 101.365.739,07
Pengeluaran pembiayaan – Rp 56.314.500,00
Penyertaan modal desa – Rp 53.000.000,00
Pengeluaran pembiayaan lainnya – Rp 3.314.500,00
Pembiayaan Netto – Rp 45.051.239,07
Sisa lebih pembiayaan anggaran Rp 0,00