KRAKSAAN, Radar Bromo – Betapa terkejutnya Suharto 51, saat mendapati tanaman tembakaunya porak-poranda dirusak orang, Minggu (23/7) pagi. Akibatnya, petani asal Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan tersebut merugi jutaan rupiah.
Suharto mengetahui tembakaunya dirusak saat dia hendak menyiram lahannya yang berada di perbatasan, Desa Tamansari – Sumberlele sekitar pukul 06.00. “Saat mau nyiram, terus lihat dari jauh. Ya Allah tembakau saya ada yang babat (menyabit) dirusak orang,” katanya saat ditemui di lahan sawahnya.
Mengetahui hal itu, ia pun mengecek bagian lain lahan sawahnya. Takut ada bagian lain tanaman yang juga di rusak orang. “Istri saya sampai nangis. Kok ya tega melakukan hal ini,” kata pria yang biasa di panggil Pak Im ini.
Pak Im menyebutkan, taman tembakaunya ini di tanam sejak akhir Juli lalu. Dia telah banyak mengeluarkan biaya untuk merawat tanamannya tersebut. Seperti pupuk, obat dan upah pekerja. “Saat ini sudah cukup besar. Niat dirusak, karena di sabit. Hasil sabiatanya di tinggal. Bukan di bawa,” ujarnya.
Dia juga mengaku bahwa, menanam tembakau ini merupakan kali pertamanya. Sebab, ia mendapat kabar bahwa harga tembakau tahun ini akan mahal. Sehingga ia tergiur menanam tembakau.
Ia menanam tembakau di tanah sekitar 250 meter persegi. Dimana ada sekitar 5.000 tembakau yang ditanamnya. Sementara itu untuk kerusakan tanamannya sekitar 500 tanaman tembakau. “Kok iya baru kali ini tanam tembakau sudah di rusak orang,” katanya.
Meski dirusak, dia mengaku pasrah dengan apa yang menimpanya. Ia tidak akan mengganti bibit baru pada 500 pohon tembakau yang dirusak. “Karena kalau diganti, bakal kalah dengan tembakau yang masih ada. Jadi dibiarkan. Tetap di rawat tunggu tumbuh tunas baru. Tapi tentu kualitas tembakaunya akan menurun,” katanya.
Di sisi lain, Sekertaris Desa Tamansari Abdul Hadi mengatakan, kejadian perusakan tembakau ini bukan hanya kali pertama menimpa warganya. “Kalau musim sekarang masih kali pertama. Namun, perusakan oleh orang tak dikenal ini, setiap tahun terjadi. Bahkan beberapa tahun lalu ada hektaran lahan sawah yang di rusak,” katanya.
Dengan adanya kejadian seperti ini, Hadi menyebutkan banyak masyarakat yang was-was takut menimpa lahan pertanian miliknya. Namun selama ini, masyarakat belum pernah melaporkan kepihak kepolisian.
“Termasuk saya sendiri was-was. Tidak pernah dilaporkan karena mungkin belum ada bukti kuat kepada pelaku. Untuk saat ini harga tembakau kalau dijual perpohon sekitar Rp 5.000. Tinggal kalikan saja kalau 500 pohon yang dirusak,” jelasnya. (mu/fun)
Editor : Ronald Fernando