Ada 10 titik yang dijadikan lokasi salat Idul Adha warga Muhammadiyah. Di antaranya di Lapangan Besar Paiton; Halaman DIVA Swalayan Kraksaan; Lapangan Pajarakan; Dua lokasi di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar; halaman Mal Pelayanan Dringu; halaman Koramil Tongas; halaman depan KB/TK ABA Ketangi Lumbang;
Masjid At-Taqwa Sumberbulu Tegalsiwalan; dan halaman Converting Leces.
“Alhamdulillah pelaksanaan Idul Adha 2023, meski berbeda dengan pemerintah, Insyallah khususnya masyarakat kabupaten Probolinggo sama-sama bisa saling menghormati perbedaan,” kata Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo Sigit Prasetyo, Rabu (28/6).
Sigit bilang, toleransi masyarakat Kabupaten Probolinggo sangat tinggi, meski terjadi perbedaan. “Sangat luar biasa, sehingga kami bisa melaksanakan salat dengan khitmat dan khusyuk. Sejauh ini tidak ada tidak ada hal yang intoleran,” katanya.
Pelaksanaan salat idul adha ini, ditegaskan Sigit, persiapan maupun prosedural telah dipatuhi. Baik perizinan dan sebagainya. “Kami berterimakasih kepada semua pihak, khusunya forkopimda di masing-masing kecamatan dan Polres Probolinggo, yang sejauh ini terus memberikan pengamanan bagi kami. Baik saat Idul Adha dan Idul Fitri,” jelasnya.
Sementara itu, sebagai wujud adanya saling menghormati dan toleransi pihaknya, sesuai dengan intruksi pimpinan besar Muhammadiyah pelaksanaan penyembelihan kurban, dilaksanakan hari ini (29/6). “Ini merupakan bagian dari menjaga kerukunan umat beragama khususnya Islamiyyah di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Pelaksanaan salat Idul Adha juga mendapat pengawalan dari aparat. “Sejumlah personel kami siapkan untuk pengamanan di lapangan Paiton. Alhamdulillah meski berbeda dengan yang ditetapkan oleh pemerintah, toleransi masyarakat sangat tinggi, sehingga berjalan dengan lancar,” kata Kapolsek Paiton AKP Maskur Ansori. (mu/fun) Editor : Ronald Fernando