Inovasi menarik itu disebut mainan Wipe and Clean dan video “Cara Menyikat Gigi yang Baik dan Benar.” Inovasi ini dilahirkan oleh drg. Andina Muzayyanti, seorang dokter gigi di Puskesmas Pakuniran. Selain diterapkan di Poli Gigi, inovasi ini juga diberikan kepada anak-anak usia dini ketika penyuluhan di lembaga PAUD dan TK, serta di Posyandu Balita.
Dokter kelahiran 19 Maret 1994 ini mengungkapkan, inovasi ini terinspirasi ketika menghadapi pasien anak-anak yang mencabut giginya di Poli pada 2022. Saat itu, ia juga bertanya kepada pasien bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. “Ternyata dia masih belum paham,” ujar dokter yang bertugas di Puskesmas Pakuniran sejak 5 April 2022 ini.
Dari pengalaman itu, akhirnya Andina berusaha membuat cara menarik dan mudah, serta bisa dipahami anak-anak terkait tata cara menyikat gigi dengan baik dan benar. Serta, melihat rendahnya capaian kunjungan untuk penyuluhan ke lembaga pendidikan anak usia dini yang masih rendah.
“Dalam program UKGM (Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat), ternyata capaiannya masih rendah. Di dalam program itu, ada kunjungan ke lembaga pendidikan anak usia dini. Di situ juga ada penyuluhan tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar untuk anak-anak,” jelas dokter kelahiran Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran, ini.
Alumnus Universitas Brawijaya Malang, Program Studi Profesi Dokter Gigi, ini menjelaskan, inovasi ini berupa buku. Di dalamnya, ada sejumlah gambar kartun sederhana yang membuka mulut dan kelihatan giginya.
“Dalam penyuluhan, anak-anak kami ajak untuk mencoret gigi dengan pensil warna. Itu ibarat makanan yang menempel pada gigi,” katanya.
Sembari memberikan edukasi cara menyikat gigi dengan baik dan benar, yaitu naik turun atau dari atas ke bawah, ia menyuruh anak-anak untuk menghapus coretan warna di gigi tersebut dengan sikat gigi. “Sebenarnya ada juga videonya. Namun, kalau di sini terkendala dengan sarana dan prasarana. Akhirnya, saya buat inovasi buku tersebut,” jelasnya.
Sejak Januari-Juni 2023, ada 14 PAUD dan TK, serta 8 Posyandu Balita yang telah dikunjungi. Seperti biasa, dalam kunjungan, Andina menerapkan inovasinya. “Target sasaran kunjungan kami, dari Dinas Kesehatan, sebanyak 28 lembaga anak usia dini dan 14 posyandu,” ujarnya. (uno/*) Editor : Jawanto Arifin