Sejumlah ruas jalan di Desa Gading Kulon, Kecamatan Banyuanyar, berupa tanjakan dan turunan. Beberapa ruas jalan juga dilengkapi tikungan yang menanjak. Karenanya, setiap tahun pemerintah desa terus merencanakan peningkatan kualitas infrastruktur.
Bendahara Desa Gading Kulon Teguh Purnomo Aji mengatakan, tahun ini ada empat ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan. Semuanya berada di Dusun Gumukbang. Di antaranya, sepanjang 124 meter di RT 10/RW 5; sepanjang 60 meter di RT 11/RW 5; dan sepanjang 54 meter di RT 11/RW 5.
Semuanya merupakan jalan permukiman. Melalui jalan ini, dapat dijangkau perumahan warga yang dihuni 40 kepala keluarga. “Kami prioritaskan pembangunan jalan menuju permukiman padat penduduk. Kondisinya belum nyaman. Ketiga jalan permukiman itu sudah kami rabat beton,” ujarnya.
Selain itu, ada juga pembangunan jalan menuju lahan pertanian sepanjang 97 meter di RT 9/RW 5, Dusun Gumukbang. Luas lahan pertanian itu mencapai sekitar 26 hektare. Dengan kondisi seperti ini, jalan harus memiliki konstruksi yang kuat untuk akses kendaran pengangkut hasil panen.
Jalan ini tidak hanya dilintasi pejalan kaki. Namun, juga kendaraan roda empat dengan muatan penuh. “Bagi warga, jalan yang baik merupakan kebutuhan. Kondisi geografis desa yang memiliki beberapa tanjakan, jalannya harus nyaman," katanya.
Bina Warga Kembangkan Usaha Mandiri
Kemandirian ekonomi menjadi salah satu harapan Pemerintah Desa Gading Kulon. Tidak heran setiap tahunnya berbagai bentuk pelatihan diberikan kepada warga untuk mendapatkan keterampilan.
Pelatihan ini menjadi salah satu wujud pengembangan sumber daya manusia (SDM) sekaligus melatih kreativitas. Karenanya, kini pemerintah desa tengah mempertimbangkan pemberian pelatihan kepada pembuat tape.
“Program pembangunan desa bukan sekadar fisik. Kami juga berikan pelatihan kepada warga. Agar terpacu untuk lebih mandiri. Desa kami banyak yang membuat tape dari singkong. Rencananya akan kami kembangkan,” ujar Bendahara Desa Gading Kulon Teguh Purnomo Aji.
Dalam pelatihan ini, warga tidak hanya akan dilatih cara mengolah tape. Tetapi, juga bagaimana cara mengemasnya dengan lebih baik, sehingga nilai jualnya semakin tinggi.
Jika hasil baik, kata Teguh, dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi warga. Dengan hasil yang diperoleh, dapat meringankan kebutuhan rumah tangga warga, sehingga dalam jangka panjang dapat mewujudkan kemandirian perekonomian warga.
Teguh mengatakan, dari pelatihan yang telah diberikan sejak tahun lalu secara kontinyu, sejumlah warga sudah melakukan produksi secara mandiri. “Usaha tape ini sebenarnya sudah turun-temurun. Tetapi, belum maksimal. Kami upayakan ada pembinaan lebih intens. Selain itu, kami juga upayakan ada suntikan dana untuk pengembangan. Bisa jadi nanti berbentuk simpan pinjam,” ujarnya. (ar/rud/*)
APBDES PEMERINTAH DESA GADING KULON TAHUN ANGGARAN 2023
PENDAPATAN
Pendapatan transfer – Rp 1.766.752.441,00
Jumlah – Rp 1.766.752.441,00
BELANJA
Belanja pegawai – Rp 316.176.720,00
Belanja barang dan jasa – Rp 571.179.355,00
Belanja modal – Rp 741.169.666,00
Belanja tidak terduga – Rp 138.226.700,00
Jumlah – Rp 1.766.752.441,00
Surplus / (Defisit) – Rp 0,00
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan – Rp 15.000.000,00
Silpa tahun sebelumnya – Rp 15.000.000,00
Pengeluaran pembiayaan – Rp 15.000.000,00
Penyertaan modal desa – Rp 15.000.000,00
Pembiayaan netto – Rp 0,00
Sisa lebih pembiayaan anggaran – Rp 0,00 Editor : Ronald Fernando