SUKAPURA, Radar Bromo- Agenda berwisata ke Bromo dua remaja asal Kraksaan ke Sukapura, Minggu (7/5) berujung tragedi. Keduanya yang berstatus pelajar ini mengalami kecelakaan saat pulang. Satu di antara korban tewas setelah motor mereka menabrak pembatas jalan dan gapura di Jalan raya Bromo, masuk Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura.
Satu korban tewas itu adalah SefianDwi Ghinanda, 17, warga Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan. Sementara yang luka-luka adalah Hendrik Kurniawan, 17, warga Desa Kregenan, Kraksaan. Nama korban terakhir yang disebut adalah korban yang dobonceng dan mengalami patah kaki.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 09.00. Fian panggilan Sefian dan Hendrik, saat itu mengendarai motor Honda Vario warna hitam bernopol N2531PB. Fian diketahui berstatus pelajar SMKN 2 Kraksaan.
Kanit Gakkum pada Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama menerangkan jika sepeda motor yang dikendarai kedua korban, melaju kencang. Apesnya saat melaju di turunan, motor mereka mengalami rem blong.
“Fian yang mengemudikan motor meninggal dunia. Sementara korban di boncengan mengalami patah kaki.,” kata Aditya Minggu (7/5) malam.
Dari hasil penyelidikan polisi, keduanya baru saja dari Gunung Bromo dan hendak pulang. Mereka melaju dari arah selatan menuju utara. Nah, dalam perjalanan pulang itulah, motor yang digunakan alami rem blong. Sehinga kendaraan tidak bisa dikendalikan.
“Jadi karena motor melaju kencang akibat kegagalan fungsi rem, maka tidak bisa dikendalikan. Alhasil menabrak gapura. Benturan yang keras membuat bagian tubuh pengemudinya (Fian) remuk. Bahkan dari mulutnya mengeluarkan darah. Seketika itu juga pengemudinya meninggal di lokasi kejadian. Sementara untuk yang dibonceng luka-luka, dan patah tulang kaki,” imbuhnya.
Warga yang mengetahui peristiwa itu berupaya menolong korban dengan membawanya ke puskesmas Sukapura. Polisi juga secepatnya menuju lokasi dan menggelar olah TKP.
Kecelakaan di Sukapura kemarin, sejatinya ada dua insiden. “Sorenya juga ada pasangan suami istri yang remnya blong disekitar lokasi itu. Namun hanya luka ringan saja,” beber Aditya.
Atas insiden itu, polisi mengimbau agar pengendara khususnya wisatawan yang hendak ke Bromo, berhati-hati saat mengemudi. Terutama saat menggunakan sepeda motor jenis matic, baiknya untuk waspada.
“Selalu cek fungsi pengereman atau istirahat untuk berikan jeda agar rem tidak panas dan kehilangan fungsinya. Atau lebih aman lagi, baiknya hindari penggunaan motor matic di daerah yang turunanya terjal,” imbaunya. (rpd/fun)