------------------------------------------------------------------------------------------------------
WILAYAH administrasi Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, memiliki kondisi geografis beragam. Mayoritas didominasi dataran tinggi yang dikelilingi bukit. Kondisi ini rupanya memberikan keuntungan. Salah satunya adanya potensi wisata danau di tengah-tengah desa.
Danau atau ranu tersebut bernama Ranu Betok. Warga sekitar memberi nama sesuai lokasinya yang berada di RT 18/RW 5, Dusun Betok. Pemerintah desa mulai serius mengembangkannya.
Jaraknya cukup dekat dengan Balai Desa Ranuagung. Sekitar 500 meter ke timur. Dari tepi jalan pemandangan hamparan ranu sudah terlihat. Selanjutnya pengunjung harus menuruni jalan rabat beton sepanjang 200 meter hingga sampai lokasi parkir ranu.
“Kami mulai serius mengembangkan destinasi wisata sejak setahun belakangan. Pengembangan akan kami lanjutkan tahun ini,” ujar Kepala Desa Ranuagung Mohammad Bilal.
Pemerintah desa berencana membuat sebuah kafe apung. Semipermanen. Luasnya 20 meter kali 14 meter. Menjorok ke tengah ranu sepanjang 50 meter. Kafe ini nantinya akan menjadi pusat nongkrong sembari ngopi dan ngemil.
Kafe sengaja akan ditematkan di tengah danau untuk menyajikan view menarik di sekitar ranu. Dari titik rencana pembangunan kafe ini, dapat dilihat sepenuhnya pemandangan danau, tebing, dan gunung. “Yang paling bagus pemandangan dari tengah. Karena itu, kafe apung ini akan jadi daya tarik pengunjung,” katanya.
Bilal menuturkan, saat ini di lokasi wisata sudah tersedia beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan pengunjung. Mulai dari pendapa yang menghadap langsung ke gunung, sebuah kios makanan dan minuman, dua toilet bersih, dan sebuah perahu dan 10 unit getek untuk melayani pengunjung berkeliling danau.
Dalam sepekan, pengunjung Ranu Betok bisa mencapai 120 orang. Jumlah kunjungan ramai saat akhir pekan atau libur nasional. “Saat ini fasilitas yang ada sudah layak, namun masih perlu kami tambah. Agar pengunjung lebih puas dan kerasan saat berwisata,” tuturnya. (ar/rud)
Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
KETERSEDIAAN air bersih sangat dibutuhkan masyarakat. Dalam aktivitas sehari-hari tidak lepas dari air. Baik untuk konsumsi maupun untuk membersihkan badan dan lingkungan. Karenanya, pemenuhan kebutuhan air bersih harus tercukupi.
Wilayah Desa Ranuagung tidak semuanya memiliki aliran atau sumber air bersih. Ada beberapa dusun yang butuh perhatian. Karena itu, pemerintah desa berusaha memenuhinya dengan menyediakan sumur bor.
“Kami targetkan tahun ini ada tujuh lokasi sumur bor. Dari sumber inilah air akan didistribusikan ke permukiman penduduk," ujar Kepala Desa Ranuagung Mohammad Bilal.
Pengadaan sumur bor di seluruh dusun. Empat sumur bor sudah berhasil dibangun. Di antaranya, di dua titik di Dusun Krajan. Dari sumber ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih 155 kepala keluarga. Selanjutnya, satu titik di Dusun Wates. Digunakan oleh 80 kepala keluarga dan satu titik di Dusun Komalang yang mengaliri rumah 107 kepala keluarga. Satu titik berikutnya di Dusun Betok.
“Ada beberapa perluasan jangkauan air bersih yang akan kami realisasikan tahun ini. Meliputi pipanisasi di Dusun Betok dan Dusun Wates. Sebab, sampai saat ini jangkauan belum maksimal," tuturnya.
Pemerintah desa juga akan menambah tiga sumur bor. Di antaranya, dua titik di Dusun Segaran Agung. Sumur bor ini diproyeksikan bisa memenuhi kebutuhan air bersih 154 kepala keluarga. Kemudian, satu titik di Dusun Tancak untuk 60 kepala keluarga.
“Kedalaman sumur bor bervariasi. Mulai 40 meter sampai 60 meter. Agar pasokan air melimpah, sumur kami lengkapi dengan pompa air visibel,” bebernya. (ar/rud)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
APBDES PEMERINTAH DESA RANUAGUNG TAHUN ANGGARAN 2023
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pendapatan
Pendapatan asli desa Rp 15.000.000,00
Pendapatan transfer Rp 2.509.004.849,00
Jumlah pendapatan Rp 2.524.004.849,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Belanja
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Belanja pegawai Rp 381.475.920,00
Belanja barang dan jasa Rp 473.783.689,87
Belanja modal Rp 1.226.236.358,00
Belanja tidak terduga Rp 441.757.050,00
Jumlah belanja Rp 2.523.253.017,87
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Surplus / (defisit) Rp 751.831,13
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pembiayaan
Penerimaan pembiayaan Rp 4.248.168,87
Silpa tahun sebelumnya Rp 4.248.168,87
Pengeluaran pembiayaan Rp 5.000.000,00
Penyertaan modal desa Rp 5.000.000,00
Pembiayaan netto (Rp 751.831,13)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sisa lebih pembiayaan anggaran Rp 0,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------ Editor : Ronald Fernando