Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jenazah Santri Tenggelam di Gading Ditemukan 10 Km dari TKP

Jawanto Arifin • Senin, 6 Maret 2023 | 13:06 WIB
DERAS: Seorang warga menunjukkan lokasi ditemukannya jasad Imron di sungai Dusun Kasengan, Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan. Inset; proses pemakaman korban di Krobungan. Dan penolakan untuk otopsi. (Polsek Gading for Jawa Pos Radar Bromo)
DERAS: Seorang warga menunjukkan lokasi ditemukannya jasad Imron di sungai Dusun Kasengan, Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan. Inset; proses pemakaman korban di Krobungan. Dan penolakan untuk otopsi. (Polsek Gading for Jawa Pos Radar Bromo)
GADING, Radar Bromo - Imron, 18, santri yang hanyut saat mandi di Dam Paras, Gading, Kabupaten Probolinggo akhirnya ditemukan. Dia ditemukan meninggal di sungai Dusun Kasengan, Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (5/3).

Jasad santri Ponpes Darul Faidzin, Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, itu ditemukan sekitar 10 kilometer dari titik dia hanyut. Tepat di hari ketiga pencarian sejak dia hanyut pada Jumat (3/3).

Evakuasi pun langsung dilakukan. Lantas, jasad korban dimakamkan di tempat tinggalnya. Yaitu, di Desa Krobungan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Penemuan jasad korban itu terjadi tidak disengaja. Warga di sekitar sungai yang menemukannya.

Saat itu, sekitar pukul 06.30, ada warga Dusun Kasengan sedang mencuci baju di pinggir sungai. Warga itu lantas melihat benda aneh hanyut dan mengapung di sungai. Ia pun curiga dan mengamatinya dengan seksama.

https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/03/03/2023/mandi-di-sungai-santri-asal-krucil-terseret-arus-sungai-rondoningo/



Karena dilihatnya mirip tubuh manusia, warga itu pun takut. Lalu, memberitahu dua warga lain yang saat itu hendak menebang bambu. Mendapat informasi itu, dua warga itu segera mendekati lokasi.

Setelah yakin yang dilihat tubuh manusia, kedua orang ini lantas turun ke sungai. Kemudian, mengangkat jasad korban dari tengah sungai dan dievakuasi ke tepi sungai.

"Jasad pertama kali ditemukan oleh warga yang mencuci baju. Karena takut, akhirnya memberitahu warga yang sedang menebang bambu," kata Ketua Karang Taruna Kecamatan Gading Supriyono.

Supriyono yang juga anggota tim pencari korban mengatakan, baru pukul 07.15, dirinya mendapat informasi bahwa jasad korban ditemukan. Ia pun langsung ke lokasi untuk memastikan bahwa jasad itu benar-benar korban yang tenggelam.

Setelah meyakini korban tersebut adalah Imron, baru Supriyanto mengabari pihak keluarga dan Polsek Gading. Jasad yang sudah dievakuasi kemudian langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil Patroli Polsek Krejengan.

"Korban ditemukan sekitar 10 kilometer dari TKP tenggelam. Cukup jauh, karena saat tenggelam debit air cukup tinggi dan deras. Sehingga tubuhnya hanyut," ujarnya.

Adapun Kapolsek Gading Iptu Ahmad Jamil langsung ke rumah duka setelah mendapat informasi jasad korban ditemukan. Sebab, pihak keluarga meminta agar jasad langsung dibawa ke rumah duka.

Pihak keluarga juga tidak berkenan jasad korban dibawa ke rumah sakit. Keluarga korban menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan musibah, sehingga tidak menuntut siapapun. Juga menolak otopsi tubuh korban.



"Keluarga menganggap kejadian ini adalah musibah. Mereka langsung meminta untuk dibawa pulang untuk dimakamkan," beber Kapolsek Gading Iptu Ahmad Jamil.

Imron sendiri hanyut saat mandi di Dam Paras Sungai Rondoningo, Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading. Saat itu korban mandi bersama temannya, Jumat (3/3). Mereka melompat satu per satu ke sungai sebelum salat Jumat.

Saat korban melompat, dia tak kunjung muncul di permukaan. Debit air yang tinggi membuat Imron terseret arus. Bahkan, saat itu ada rekannya yang juga melompat berusaha menyelamatkan korban. Namun, tidak berhasil.

Sementara itu, operasi pencarian Imron, 18, diputuskan selesai pascajenazahnya ditemukan Minggu (5/3). Setelah melakukan evaluasi, tim SAR gabungan pun membubarkan diri.

Koordinator Tim SAR Rudi Prahara mengatakan, sejatinya tim sudah merencanakan untuk memperluas pencarian korban. Cara ini dilakukan untuk mempercepat proses penyisiran korban. Baik di sepanjang aliran sungai, maupun di tepi sungai. Tim gabungan ini terdiri dari beberapa unsur. Antara lain, tim SAR Jember, BPBD Kabupaten Probolinggo, Tagana, Muspika Gading, dan relawan.

https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/04/03/2023/hari-kedua-santri-terseret-arus-belum-ditemukan/



"Untuk hari ketiga sebenarnya sudah ada 65 personel yang akan turun melakukan pencarian. Start rencananya pukul 08.00. Korban berhasil ditemukan oleh warga di hari ketiga, sehingga operasi batal dilaksanakan," katanya saat ditemui.

Pencarian hari ketiga tersebut sejatinya memiliki jumlah personel yang lebih banyak. Sebab, pada hari pertama dan kedua personel yang ikut ada 50 orang. Mereka bergantian melakukan penyisiran.

Rudi menuturkan, ada beberapa kendala yang dialami saat proses pencarian korban. Di antaranya, hujan yang datang tiba-tiba, debit air sungai yang naik, serta arus sungai yang begitu deras. Namun, secara umum, tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja, pada Sabtu (4/3) sore, pencarian dihentikan karena turun hujan.

Sebab, debit air sungai terus naik. Selain itu, arus air sungai yang lumayan deras membuat para personel harus lebih hati-hati saat pencarian. Lengah sedikit akan terhanyut.

"Memang ada kendala, tetapi sudah kami antisipasi. Jika memang tidak memungkinkan, maka pencarian sementara dihentikan. Setiap harinya kami lakukan evaluasi. Termasuk strategi yang akan dilakukan untuk menemukan korban," tuturnya. (ar/hn)

 

Fakta Korban Imron
Editor : Jawanto Arifin
#sungai rondoningo #polsek gading #santri terseret arus