Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pilkades Empat Desa di Kab Probolinggo Digelar Tahun 2023

Jawanto Arifin • Kamis, 15 Desember 2022 | 20:13 WIB
TAHUN LALU: Pilkades desa Glagah, Pakuniran Februari 2022 lalu. Tahun depan ada empat desa yang akan menggelar pilkades. (Foto: Dok. Radar Bromo )
TAHUN LALU: Pilkades desa Glagah, Pakuniran Februari 2022 lalu. Tahun depan ada empat desa yang akan menggelar pilkades. (Foto: Dok. Radar Bromo )
KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di empat desa mulai menemukan titik terang. Anggaran pilkades tersebut telah ditetapkan Pemkab Probolinggo. Pelaksanaannya tinggal tunggu penetapan.

Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Mudanya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muhammad Idris mengatakan, proses pilkades untuk keempat desa ini lantaran belum ada kepala desa definitif. DMPMD sudah membahas anggaran untuk proses pelaksanaannya.

"Anggarannya sudah ada. Sekitar Rp 250 Juta untuk pelaksanaan pilkades di empat desa. Dianggarkan melalui APBD 2023," ujarnya, Rabu (14/12).

Anggaran yang telah ditetapkan tersebut terbilang cukup besar. Sebab, menurut Idris anggaran yang ditetapkan mengikuti pelaksanaan pilkades pada masa pandemi Covid-19. Sehingga kebutuhan banyak bertambah. Seperti sarana prasarana dan lain sebagainya.

"Kenapa sekitar Rp 250 Juta untuk empat desa? Karena pada saat pelaksaan diikutkan dengan pelaksanaan saat pandemi Covid-19," ujarnya.

Meski begitu, sejauh ini Idris tidak dapat memberikan kepastian kapan penyelenggaraan pilkades di empat desa. Hanya saja, yang jelas menurutnya, pelaksanaannya akan dilakukan tahun depan atau 2023.

"Nah pelaksanaannya ini kita tidak tahu pastinya. Yang jelas tahun depan. Sejauh ini masih kita kaji dulu. Juga menunggu petunjuk pimpinan (Wakil Bupati Probolinggo)," ujarnya.



Sementara itu, penyebab adanya sejumlah desa yang belum memiliki desa definitif, lanjutnya, lantaran sejumlah faktor. Salah satunya karena kepala desanya meninggal. Seperti Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, lantaran terdapat dua calon kepala desa (cakades), salah satunya meninggal dunia.

Kemudian Desa Randuputih, Kecamatan Dringu yang sempat berpolemik lantaran diduga tidak netralnya panitia pemilihan (panlih) kemudian meloloskan salah satu cakades meskipun sebelumnya gugur. Sehingga empat cakades lainnya memilih mundur serentak.

Lalu Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran yang kasusnya sama dengan Desa Kerpangan. Terakhir, Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar. Di desa ini meskipun sempat digelar, pada akhirnya kepala desa (kades) terpilih meninggal dunia sebelum dilantik.

Sejauh ini, keempat desa yang tak memiliki kepala desa ini, sampai sekarang masih dipimpin oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin
#pemkab probolinggo #pilkades kabupaten probolinggo