Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Balita di Gading Meninggal usai Disengat Tawon Vespa

Muhammad Fahmi • Senin, 31 Oktober 2022 | 13:13 WIB
Lokasi sarang tawon vespa yang dibuat mainan sejumlah bocah. Inset korban semasa masih hidup.
Lokasi sarang tawon vespa yang dibuat mainan sejumlah bocah. Inset korban semasa masih hidup.
GADING, Radar Bromo–Kekhawatiran itu akhirnya terjadi juga. Tawon vespa yang bersarang di rumah warga membawa korban. Muhammad Rohmani Habibi Fillah, 4, meninggal usai disengat sejumlah tawon vespa.

Balita malang itu meninggal setelah disengat puluhan tawon vespa, Kamis (27/10) malam. Minggu (30/10) sore, suasana berkabung masih sangat terasa di rumah duka yang ada di RT 5/RW 2, Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Ranfi, sapaan akrab balita tersebut adalah putra dari pasangan suami istri (pasutri) Fathor Junaidi, 23 dan Siti, 22, warga desa setempat.

Peristiwa tragis yang menimpa korban terjadi Kamis (27/10), pukul 15.00. Kala itu, korban sedang asyik bermain sendiri di depan rumahnya. Tepat di samping belakang rumahnya, ada tiga bocah yang juga bermain. Ketiganya yaitu  Yud, 10; Far, 7; dan Al, 8.

Namun, ketiganya tidak hanya bermain. Mereka diduga juga mengganggu sebuah sarang tawon vespa yang berukuran dua kali kepala manusia. Sarang itu berada di plafon rumah seorang warga.

Awalnya, ketiga sarang tawon itu dilempari kerikil menggunakan ketapel oleh ketiga anak tersebut. Namun, karena tempatnya tinggi gangguan itu tidak berhasil. Kerikil yang dilontarkan dengan ketapel tidak berhasil menjangkau sarang tawon tersebut.

Karena tidak berhasil, ketiga bocah ini menggunakan cara lain. Mereka lantas mengambil galah. Lalu menggunakan galah itu untuk menusuk sarang tawaon tersebut dari bawah.

Akibatnya, tawon pun keluar dari sarangnya. Kemudian mengejar ketiga bocah yang mengganggunya. Ketiga bocah itu pun kabur, menyelamatkan diri. Sementara korban yang mulanya bermain di depan rumahnya mendatangi lokasi tawon vespa.

“Ranfi yang mungkin penasaran karena ada kegaduhan kemudian mendatangi tempat anak-anak bermain itu. Mungkin karena yang lain kabur, sehingga Ranfi yang jadi sasaras tawon tersebut. Ranfi diserang, disengat puluhan tawon,” katanya.

Rumah korban sendiri memang tidak jauh dari rumah yang menjadi sarang tawon tersebut. Hanya berjarak dua rumah. Saat korban mendatangi tempat sarang tawon yang mengamuk itulah, korban menjadi target sengatan tawon.

“Ranfi awalnya bermain di sini (di depan rumah), tidak bermain di sekitar sarang tawon itu. Dia baru ke sana setelah mendengar kegadugan,” Kata Aly Faiz, 28, paman korban.

Korban pun menyelamatkan diri saat tawon menyerang. Dia lari ke rumahnya sambil menangis dan berteriak minta tolong. Saat itu tubuh korban dipenuhi tawon yang sudah menyengat. Mulai kepala, tangan, dan wajahnya dikerumuni tawon.

“Bilang (Ranfi) sambil jalan ke ibunya, tolong bu, tolong sakit. Di kepala, ada satu yang hinggap. Di tangan, juga ada. Puluhan sengatan ada sepertinya,” lanjutnya.

Ibu korban yang mendapati anaknya diserang tawon pun kaget. Kemudian dibantu neneknya, mereka membersihkan tawon-tawon tersebut.

“Saat itu nenek dan ibunya (Siti) yang bantu. Kondisi saat itu memang sepi di teras rumah tidak seperti biasanya,” ujarnya.

Usai membersihkan tawon-tawon tersebut, Siti bersama suaminya membawa korban ke bidan desa. Setelah mendapatkan perawatan, kondisinya korban membaik. Korban pun dibawa pulang untuk istirahat.

“Saya kerja saat itu. Setelah tahu, saya langsung pulang. lalu membawanya ke bidan desa. Dari bidan itu kondisinya sudah enak. Bahkan, sempat makan sate bersama saat pulang dari bidan. Setengah piring nasi itu dihabiskan,” Kata Edy, ayah korban.

Namun, hal yang tidak diinginkan terjadi. Sekitar pukul 18.00, korban ditemukan sudah meninggal. Padahal, pihak keluarga berencana membawa korban ke puskesmas terdekat.

“Tidak sempat dibawa ke puskesmas. Karena kondisinya kan membaik,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Polsek Gading pun memediasi keluarga korban dengan keluarga tiga bocah yang diduga mengganggu sarang tawon vespa itu. Seorang warga setempat jadi saksi mediasi, sebab yang bersangkutan ada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Keluarga korban menegaskan, kejadian yang menimpa korban adalah musibah yang datangnya dari Tuhan. “Kami (keluarga) sudah ikhlas. Ini sudah jalannya. Saya berharap ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa jangan biarkan anak bermain hal yang berbahaya. Bagi orang tua pun, apabila ada sesuatu yang berbahaya harus cepat dilarang,” katanya.

Kapolsek Gading Iptu Ahmad Jamil membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga telah mendatangi TKP dan mengumpulkan semua pihak untuk melakukan mediasi Jumat (28/10).

“Alhamdulillah, kejadian tersebut diselesaikan dengan kekeluargaan. Keluarga korban telah menerima bahwa kejadian tersebut adalah musibah,” ujarnya. (mu/hn)

  Editor : Muhammad Fahmi
#bocah tewas #damkar probolinggo #tawon vespa probolinggo #serangan tawon vespa