Seperti yang diungkapkan Kepala Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Dinkop Probolinggo Anung Widiarto. Menurutnya, Probolinggo setidaknya memiliki 25 pelaku UMKM batik. Batik Probolinggo sendiri memiliki ciri khas pendalungan. Campuran dari Madura dan Jawa yang punya karakter warna yang cerah dan ngejreng.
Dalam waktu dekat, melalui UMKM Batik Ronggo Mukti, Kraksaan, batik Probolinggo akan ditampilkan di ajang Indonesia Modis Fashion Week (IMFW) yang digelar di Jakarta 28 Oktober mendatang. Ajang inilah yang menjadi kesempatan Kabupaten Probolinggo untuk menampilkan batik kkhas Pendalungan-Probolinggo.
“Kita harus bangga dengan batik lokal ini. Selain itu salah satu tujuan dalam IMFW ini, paling tidak kita mengenalkan batik khas Probolinggo pada dunia. Kita harus bangga dan tidak boleh minder dengan batik lokal kita sendiri,” kata Anung, Senin (24/10) siang.
Upya mengenalkan batik itu bahkan dikombinasikan dengan wisata. Senin (24/10), sejumlah model yang memakai batik Probolinggo, melakukan pemotretan di gunung Bromo, tepatnya di bukit savana dan teletubbies. Lokasi yang dipilih sebelum batik dibawa ke IMFW 28 Oktober mendatang.
Mengapa Bromo? Wisata ini adalah destinasi level dunia. Sehingga, kombinasi apik akan menghasilkan karya yang bagus.
Pengenalan batik Probolinggo ini juga didukung Selia Afif, desainer asal Surabaya. Dia mengaku senang dengan dukungan yang diberikan Kabupaten Probolinggo. Dengan kolaborasi yang dilakukan bersama Kabupaten Probolinggo, paling tidak ia berharap batik Pendalungan Probolinggo yang bercirikan warna yang terang mampu dikenal oleh dunia.
“Saat event ini saya berkolaborasi dengan Pemkab Probolingoggo. Disini saya menggunakan 15 outfit. Warna yang saya gunakan adalah warna ciri khas batik Probolinggo yakni warna cerah. Biru eletrik, merah marun dengan motif abstrak,” terangnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin