Insiden kebakaran ini terjadi sekitar pukul 02.00. Sebelum insiden terjadi, Senin (17/10) malam mobil tersebut masih digunakan korban. Selesai digunakan, mobil kemudian diparkir di garasi yang terletak di sisi barat rumahnya. Merasa aman, kemudian ia masuk ke dalam rumah dengan posisi mobil terkunci dan mengaktifkan handrem.
Sekitar pukul 00.00 korban masih terbangun. Bersantai di dalam rumah. Memainkan HP miliknya. Tak terasa ia pun ketiduran. Tak lama kemudian dirinya terbangun karena kaget mendengar bunyi ledakan yang berasal dari garasi rumah. Tak disangka mobil Daihatsu Sigra warna hitam bernomor polisi N 1884 QL miliknya sudah terbakar.
"Sekitar pukul 01.00 saya tertidur. Satu jam kemudian barulah saya terbangun karena ledakan. Saya pun keluar rumah," kata Syaiful Bahri saat ditemui di lokasi kejadian.
Saat kejadian di dalam rumah terdapat enam orang penghuni. Di antaranya Syaiful Bahri, istri, ibu, dan ketiga anaknya. Namun saat ledakan terjadi, hanya Syaiful Bahri yang mendengarnya.
Ketika mobil meledak, suara tersebut juga didengar oleh tetangga rumah. Sebab di lingkungan dekat TKP, dihuni oleh sekitar 15 kepala keluarga. Korban keluar rumah dan berteriak jika telah terjadi kebakaran. Warga yang sebelumnya tidak mengetahui kemudian turut berdatangan dan berupaya memadamkan api.
"Mobil meledak, api berkobar. Sudah ada beberapa warga yang keluar. Karena api membesar saya berteriak," ucapnya.
Belasan orang pun datang ke lokasi berupaya memadamkan api secara manual. Tak disangka api dari mobil yang diparkir di garasi tersebut semakin membesar. Khawatir merembet ke rumah yang hanya berjarak satu meter tersebut, warga memecah kaca pintu mobil bagian depan. Pasalnya mobil terkunci dengan handrem aktif.
Kaca mobil berhasil dibuka kemudian handrem segera dibuka. Warga kemudian bergotong royong mendorong mobil maju 5 meter dari posisi awal menuju halaman rumah yang lapang.
"Karena handrem aktif, mobil tidak bisa didorong. Terpaksa harus memecah kaca mobil. Agar api tidak merembet ke rumah dan terjadi ledakan susulan," bebernya.
Rofiqi, 35, warga setempat yang turut ikut memadamkan api mengatakan jika warga saat itu panik melihat api yang sudah cukup besar. Warga yang melihat kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman secara manual. Baik dengan menggunakan air yang dihubungkan dengan selang, timba, dan alat pemadam api ringan (APAR).
"Saya tahu kebakaran setelah mendengar teriakan. Keluar rumah dan ikut memadamkan api. Butuh waktu 45 menit untuk memadamkan api," ucapnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin