Ahmad akan umrah menggunakan Travel PT Nur Haramain Mulia, Desa Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Hal ini dibenarkan oleh Pengurus Travel PT Nur Haramain Mulia Safraji. Katanya, Ahmad akan berangkat bersama 450 jamaah pada 20 November. Ia mengambil paket 16 hari.
Ahmad yang sebelumnya dikenal sebagai pengemis di traffic ligiht Jalan Raya Panglima Sudirman, Kota Kraksaan, ini mendaftarkan diri untuk berangkat umrah sejak Selasa (2/8). Tak tanggung-tanggung, ia langsung membayar Rp 28 juta secara tunai.
https://radarbromo.jawapos.com/kraksaan/02/08/2022/pengemis-yang-nyawer-biduan-bawa-catatan-warga-pinjam-duitnya-rp-60-juta/
“Sudah bayar tunai. Bahkan, Minggu (21/8), Ahmad sudah melaksanakan manasik umrah di kantor kami,” katanya, Senin (22/8).
Soal gelagat Ahmad saat manasik umrah, Safraji mengatakan, tidak ada kendala. Saat manasik, cukup komunikatif dan antusias. Karena itu, tidak perlu perlakuan khusus saat umrah nanti.
Hanya saja, kata Safraji, saat pelaksanaan Ahmad sering merasa kecapekan. Bahkan, tertidur sebelum manasik umrah selesai. “Kami perlakukan sama, sebab memang tidak ada tanda-tanda yang perlu dikhawatirkan. Saat manasik umrah mungkin hanya merasa kecapekan,” katanya.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Ahmad Sruji Bachtiar mengaku tidak mengetahui bahwa Ahmad mendaftar umrah. Sebab, proses pendaftaran ibadah umrah langsung kepada pihak travel atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Tidak melalui Kemenag. “Penyelengaraan umrah tidak melalui Kemenag. Langsung melalui travel,” ujarnya. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin