Sebelum kejadian, Selasa (16/8) malam, Sunum sempat memberikan pakan pada sapi miliknya. Setelah itu dia lalu beristirahat di rumahnya. Kandang berada di sisi sebelah utara, sementara rumah berada di sisi sebelah selatan.
Rabu (17/8) sekitar pukul 02.00, Sunum terbangun. Dia lalu mengecek kandang yang ada belakang rumah. Benar saja, kandang yang memiliki pintu berada di sisi timur tersebut telah terbuka. Sementara sapi sudah tidak ada di dalam kandang.
Sunum segera mengabari perangkat desa. Perangkat desa lalu berkumpul. Selanjutnya membagi beberapa wilayah pencarian. Pencarian kemudian dilakukan ke seluruh penjuru desa. Tidak menemukan petunjuk akhirnya pencarian diperluas hingga ke desa lain yang bersebelahan.
"Mungkin ada sekitar 6–8 kelompok yang beranggotakan 10 orang kemudian menyebar. Melakukan penyisiran pencarian jejak kaki sapi," kata Rusdianto, Perangkat Desa Rejing.
Pencarian awal dilakukan dengan menyisir ruas jalan Desa Tegalwatu, Pedagangan, dan Sentulan Kecamatan Tiris. Sayangnya hingga siang hari pencarian tidak membuahkan hasil.
Pencarian diperluas ke Desa Pesawahan. Saat itulah salah satu pencari menemukan jejak kaki sapi yang diduga kuat merupakan sapi milik Sunum yang hilang. Perangkat desa yang dibantu warga mengalami kesulitan karena jejak kaki menghilang. Pencarian informasi pun dilakukan dengan bertanya kepada warga sekitar. Tak disangka informasi yang diberikan dan jejak kaki sapi mengarah pada sebuah jurang atau curah.
Benar saja, sapi tersebut ditemukan sekitar pukul 14.30. Sapi terikat pada sebuah pohon. Sapi lalu dibawa pulang dan diserahkan ke pemiliknya.
Kanit Reskrim Polsek Tiris Bripka Ali Yunus mengatakan jika belum ada laporan perihal hilangnya sapi tersebut. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin