Warung-warung itu kini menjadi pantauan intens Satpol PP. Ada tiga wilayah yang diduga kerap dijadikan praktik prostitusi. Aktivitas inipun membuat resah warga sekitar.
“Tiga kecamatan yang saat ini kami pantau. Sebab warga mengadukan jika ada warung yang melakukan praktik prostitusi,” kata Pejabat Fungsional Satpol PP Ahli Muda pada Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo.
Budi menjelaskan jika warung tersebut sebenarnya sudah kerap dirazia oleh petugas. Namun praktik prostitusi tersebut hanya berhenti sesaat. Saat petugas tidak melakukan razia rutin. Warung tersebut kembali membuka layanan.
Bahkan beberapa warung yang ada di wilayah yang sama, hanya memindahkan warung esek-esek tersebut dari lokasi sebelumnya ke lokasi yang baru. Yang jaraknya tidak jauh. Berada pada desa yang sama.
“Saat ini kami berkoordinasi dengan Satpol-PP unit yang ada di kecamatan untuk melakukan pemantauan. Pasalnya saat hendak digerebek gagal lantaran informasi bocor,” terangnya.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Probolinggo Harryanto menjelaskan, pada prinsipnya semua wilayah akan terus dipantau. Khususnya wilayah yang telah diadukan oleh masyarakat.
Namun hanya dua wilayah yang saat ini sudah dirazia di antaranya adalah Kecamatan Wonomerto dan Lumbang. Sementara tiga lainnya masih dilakukan pemantauan. Aktivitas yang dilakukan begitu samar. Saat hendak dirazia, warung yang sebelumnya sudah menjadi target, nampak kosong seperti tidak digunakan.
“Sempat kami datangi ternyata tutup. Kami menduga warung tersebut berkomunitas. Jika salah satu warung terkena operasi, maka yang lain pasti dengar dan segera mengosongkan warung,” bebernya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin