Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penyakit Tembakau akibat Hujan Perlu Diwaspadai Petani

Jawanto Arifin • Selasa, 12 Juli 2022 | 19:40 WIB
PERLU DIANTISIPASI: Tembakau yang terkena serangan ulat. Jika tembakau tembakau terkena hujan, hama bisa mengintai. (Foto: Dok. Radar Bromo)
PERLU DIANTISIPASI: Tembakau yang terkena serangan ulat. Jika tembakau tembakau terkena hujan, hama bisa mengintai. (Foto: Dok. Radar Bromo)
KREJENGAN, Radar Bromo - Bukan hanya bibit yang mahal dan sulit didapat. Petani tembakau juga harus menghadapi ancaman penyakit di musim tanam kali ini. Sebab, hujan terkadang masih sering turun. Hujan ini bisa merusak tanaman yang berpotensi merugikan petani.

Sejumlah petani tembakau semula memprediksi, hujan sudah tidak akan kembali turun pada Juli ini. Alhasil sebagian petani ada yang langsung menanam. Nyatanya, memasuki Juli, hujan masih sering turun. Nah, petani tembakau harus mewaspadai penyakit ini.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo, Mudzakir mengatakan, ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan saat hendak penanaman tembakau. Mulai dari pemilihan bibit, perawatan tanaman, hingga meengntrol saluran air. Hal tersebut baik dilakukan guna mencegah terserangnya penyakit yang menyebabkan gagal panen.

Saat terjadi hujan yang tak menentu, penting bagi para petani agar lebih selektif dalam memilih bibit tanamannya. “Untuk daun keriting pada tanaman tembakau itu disebabkan oleh pemilihan bibit yang kurang selektif. Biasanya bibit yang dipilih memang tidak bagus. Sehingga saat daun mulai tumbuh menjadi keriting penyebabnya biasanya karena bibit tidak steril lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemilihan bibit sejatinya bisa dilakukan oleh petani. Dimulai dari menyiapkan bibit saat masih menjadi benih bunga. “Bisa memakai metode gerondongan (ditutup, Red) untuk upaya menciptakan bibit tembakau yang bagus. Sebab pada metode ini, benih yang sejak bunga sudah dititupi. Sehingga hewan atau serangga pembawa bakteri tidak dapat hinggap,” ujarnya.

Sementara untuk mengntrol saluran air, gunanya untuk menjaga kadar air pada tanaman tembakau. Sebab apabila taman tembakau mendapatkan kelebihan air, maka pertumbuhannya tidak akan maksimal.



Hujan juga menyebabkan tanaman tembakau rentan terhadap serangan ulat. Untuk penanganan ulat yang biasanya menyerang lahan tembakau, diungkap Mudzakir, dapat dilakukan dengan penyemprotan obat hama ulat. “Ada yang menggunakan manual, juga ada yang menggunakan penyemprotan,” ujarnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin
#tembakau kabupaten probolinggo #penyakit tembakau