Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

79 Warga Besuk-Pakuniran yang Rumahnya Rusak Tunggu Bantuan

Jawanto Arifin • Kamis, 3 Februari 2022 | 21:14 WIB
MENUNGGU: Kondisi rumah warga yang rusak imbas diterjang bencana, beberapa waktu lalu. (Dok. Radar Bromo)
MENUNGGU: Kondisi rumah warga yang rusak imbas diterjang bencana, beberapa waktu lalu. (Dok. Radar Bromo)
DRINGU, Radar Bromo - Puluhan rumah di Kabupaten Probolinggo yang rusak akibat bencana alam belum mendapatkan bantuan. Kini, pencairan bantuannya masih menunggu nota dinas dari Plt Bupati Probolinggo.

Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Probolinggo telah mengajukan nota dinasnya. Ada 79 rumah yang diajukan mendapatkan bantuan melalui dana tidak terduga. Puluhan rumah ini terdampak puting beliung di Kecamatan Besuk, ada 73 unit. Serta, enam unit rumah terdampak banjir di Kecamatan Pakuniran.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif mengaku, telah mengajukan nota dinas terkait 79 rumah rusak akibat bencana. Puluhan rumah itu berada di wilayah Kecamatan Besuk dan Kecamatan Pakuniran. “Sudah kami ajukan. Tinggal menunggu,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dalam pengajuan nota dinas, kata Oemar, pihaknya menyampaikan puluhan rumah untuk mendapatkan bantuan sesuai peraturan bupati (perbup). Besaran bantuan untuk setiap rumah tergantung kerugian yang dialami sesuai hasil asesmen tim.

Seperti, rumah rusak dengan kerugian sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta, akan mendapatkan bantuan Rp 500 ribu. “Tidak dapat berikan bantuan sebesar kerugian yang dialami korban. Nilai bantuannya sudah diatur dalam perbup,” jelasnya.

Penanganan dampak bencana bisa menggunakan dana tidak terduga. Oemar mengaku, juga bisa menangani dampak bencana melalui program kegiatan yang melekat di Dinas Perkim. Seperti melalui program rumah tidak layak huni (RTLH).

Terkait besaran bantuan penanganan melalui dana tidak terdua yang diajukan, masih menunggu disposisi nota dinas dari Plt Bupati. “Yang sedang kami ajukan kerusakan 79 rumah dampak bencana di wilayah Besuk dan Pakuniran. Sedangkan, kerusakan rumah dampak bencana yang baru akan kami segera ajukan,” jelasnya.



Diketahui, pada awal 2022, Kabupaten Probolinggo dilanda banyak bencana alam. Sejauh ini, tercatat sudah ada 21 bencana alam. Mulai angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor. Dampaknya, 91 rumah warga rusak. Bahkan, sampai memakan korban jiwa. Yakni, seorang warga Kecamatan Pakuniran.

Bencana alam itu terjadi di sejumlah wilayah kecamatan. Mulai dari Kecamatan Pakuniran, Besuk, Tongas, Kraksaan, Wonomerto, Lumbang, Pajarakan, Kotaanyar, Sumberasih, Krejengan, dan Leces. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin
#bencana probolinggo #rumah rusak korban bencana