Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bidik Warung Esek-Esek hingga Jelang Libur Nataru

Jawanto Arifin • Sabtu, 20 November 2021 | 21:07 WIB
PENYAKIT MASYARAKAT: Sejumlah PSK yang terjaring Satpol PP di warung remang-remang. Satpol PP bakal intensif mengawasi warung remang-remang hingga libur Nataru nanti. (Foto: Dok. Radar Bromo)
PENYAKIT MASYARAKAT: Sejumlah PSK yang terjaring Satpol PP di warung remang-remang. Satpol PP bakal intensif mengawasi warung remang-remang hingga libur Nataru nanti. (Foto: Dok. Radar Bromo)
KRAKSAAN, Radar Bromo - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (nataru), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Probolinggo mulai mengintensifkan pengawasan wilayah yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya warung esek-esek yang sebelumnya pernah terjaring razia.

Kasi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo mengatakan, pengawasan yang dilakukan itu untuk memastikan agar aktivitas prostitusi tersebut tidak beroperasi lagi. Pasalnya keberadaannya menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Tak jarang warga sekitar lokasi mengadu, sehingga perlu ditindaklanjuti.

“Walaupun Nataru tahun ini ada pembatasan yang harus dipatuhi karena pandemi masih mengancam, potensi menggeliatnya warung esek-esek cukup besar. Karenanya kami tetap berupaya mewujudkan ketertiban dan kenyamanan di lingkungan masyarakat,” katanya.

Budi menjelaskan jika sampai dengan saat ini pihaknya masih intens mengawasi warung esek-esek yang sebelumnya sudah pernah terjaring razia. Di antaranya ada sekitar 10 warung esek-esek yang tersebar di Kecamatan Leces, Tegalsiwalan, Kraksaan, Besuk, dan Paiton. Warung tersebut merupakan laporan dari warga, sebab tidak hanya menyediakan makanan dan minuman tetapi juga PSK yang siap untuk melayani pria hidung belang.



“Sudah kami petakan sampai dengan saat ini masih ada beberapa yang berhasil terjaring. Mucikarinya kami panggil dan kami peringatkan untuk menutup warung tersebut karena membuat tidak nyaman warga,” ungkapnya.

Namun demikian pihaknya juga mengawasi beberapa warung yang diduga juga menyediakan PSK. Karenanya Satpol PP rutin melakukan pengawasan. Nantinya jika terbukti upaya razia juga dilakukan.

“Semua ada tahapnya, tidak boleh asal main razia. Kalau dugaan tidak benar maka kami biarkan. Jika terbukti tentu akan ditindak. Kerena itulah koordinasi dengan Satpol PP unit kami jalin, selain untuk memperoleh informasi yang kuat. Juga menunggu momen yang tepat,” tutur Budi. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin
#libur nataru #prostitusi kabupaten probolinggo