Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Produksi Telur Bebek Peternak Tersendat Akibat Cuaca

Jawanto Arifin • Minggu, 7 November 2021 | 02:03 WIB
BERGANTUNG CUACA: Uswatun Hasanah memberi pakan bebek petelurnya. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
BERGANTUNG CUACA: Uswatun Hasanah memberi pakan bebek petelurnya. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
KRAKSAAN, Radar Bromo - Adanya peralihan musim berpengaruh terhadap produksi telur bebek. Banyak peternak bebek yang mengalami penurunan produksi.

Salah satunya diungkapkan Uswatun Hasanah, 56, peternak bebek petelur asal Desa Kertosono, Kecamatan Gading. Ia mengungkap jika adanya peralihan musim ini berpengaruh terhadap produksi telurnya. “Saat ini produksi sekitar 50 persen dari 100 bebek petelur,“ katanya, Minggu (31/10).

Ia menyebutkan, penurunan ini terjadi sejak awal cuaca ekstrem beberapa lalu. Saat itu hawa panas yang sangat menyengat, mempengaruhi produksi telur bebeknya.

“Kalau sekarang mending sudah ada hujan. Sebelumnya, panasnya minta ampun,“ ujarnya.

Meski telah turun hujan dalam beberapa hari belakangan, Uswatun menyebutkan, jika pada musim hujan nanti dirinya juga khawatir. Sebab, saat musim hujan, produksi telur berbanding lurus dengan biaya pakan bebek.

“Kalau musim hujan, pakan bertambah, sementara produksi menurun. Biasanya 100 bebek, sehari pakannya 15 kilogram katul yang di campur sentrat. Jika di uangkan Rp 90 ribu,“ bebernya.

Dengan adanya penurun produksi sampai 50 persen dari 100 bebek, Uswatun menghitung dirinya hanya mendapatkan Rp 80 ribu. “Itu jika harga seperti saat ini, Rp 1.600 (per butir). Kalau seperti ini jelas rugi. Belum tambahan pakannya,“ katanya.



Hal senada juga disebutkan Mila, salah satu peternak bebek petelur di Desa Kertosono. “Produksi telur menurun. Sehingga saya jual 100 bebek saya. Sekarang menyisakan sedikit di kandang,“ katanya.

Sementara itu, Novita Dwi Setyorini, Kepala Bidang Keswan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo mengatakan, adanya peralihan musim ini tentu berpengaruh terhadap hewan ternak. “Perlu adanya perawatan yang lebih baik dari pada peternak. Sebab, perawatan juga berpengaruh terhadap kesehatan hewan ternak,“ jelasnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin
#kabupaten probolinggo #peternakan bebek #telur bebek