Dibukanya alun-alun dilakukan DLH lantaran telah melakukan pemantauan situasi dan tingkat keramaian di masyarakat. Apalagi, sudah banyak destinasi wisata yang dibuka dengan pengawasan yang ketat. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan dibukanya alun-alun sebagai salah satu tempat alternatif untuk rekreasi dan olahraga keluarga.
"Alun-alun dibuka mulai Senin (20/9) dengan jumlah kunjungan maksimal 25 persen. Sesuai dengan aturan yang berlaku selama PPKM level 2," ujar Kasi Pertamanan DLH Kabupaten Probolinggo, Hidyatul Amanah.
Untuk mengantisipasi banyaknya pengunjung, empat sudut yang menjadi tempat masuk pengunjung di sisi utara, selatan, timur dan barat yang sebelumnya dipagar, hanya satu sisi saja yang dibuka. Dengan harapan bahwa pengunjung alun-alun dapat masuk hanya satu arah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah kontrol jumlah kunjungan alun-alun.
"Hanya alun-alun sisi sebelah utara yang pagarnya kami buka. Jadi pengunjung bisa masuk lewat jalur tersebut," katanya.
Tidak hanya alun-alun yang mulai dibuka oleh DLH. Taman Sumber Lele yang sebelumnya juga dipagari, juga mulai dibuka. Sementara Hutan Kota Kraksaan yang semula tertutup rapat kini boleh dikunjungi dengan jumlah pengunjung dibatasi.
"SL Park (Taman Sumber Lele) dan Hutan Kota juga kami buka. Untuk SL Park sebenarnya pernah kami pagari agar tidak ada kunjungan. Tapi sudah jebol," ungkapnya.
Disinggung terkait dengan pengawasan yang akan dilakukan, Hidyatul mengatakan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol-PP. Agar ketertiban tetap bisa diwujudkan dan terkendali. Sejauh ini jumlah kunjungan warga saat ini belum sampai 25 persen. Alun-alun, SL Park dan Hutan Kota masih nampak lengang.
"Untuk ketertiban sudah kami koordinasikan dengan Satpol-PP. Sejak dibuka sampai dengan saat ini masih lengang. Hanya ada beberapa saja yang datang," tuturnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin