Dua tempat isoter itu adalah Puskesmas Maron dan Hotel Sari Indah Gending. Sedangkan isoter Puskesmas Paiton, sudah ditutup.
Isoter Puskesmas Maron dikhususkan untuk pasien Covid-19 ibu hamil. Sementara orang terkonfirmasi positif covid-19 tanpa gejala, dikarantina di isoter Hotel Gending. Khusus untuk pasien Covid-19 dengan gejala, di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan RUSD Tongas.
Setidaknya, sebelum Puskesmas Paiton, ada lima tempat isoter Kabupaten Probolinggo yang sudah resmi ditutup lebih dulu. Yaitu gedung SMP Negeri Sumberasih, SMP Negeri Pajarakan, SMPN 1 Dringu, Hotel Sukapura Permai dan Hotel A3 Lumbang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Shodiq Tjahjono saat dikonfirmasi mengatakan, kasus harian Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, terus menurun. Kemarin, tercatat sisa 67 kasus aktif yang masih dirawat dan menjalani isolasi. Sebagian dirawat di rumah sakit dan sebagian menjalani isoter.
”Karena kasus Covid-19 terus menurun dan pasien covid-19 banyak sembuh, maka isoter yang saat ini masih beroperasi tinggal puskesmas Maron dan Hotel Sari Indah Gending. Kalau Puskesmas Paiton, sudah kami tutup,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Sodiq yang juga Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menerangkan, menurunnya kasus Covid-19 diharapkan tidak membuat masyarakat terlena. Termasuk mengabaikan prokes. Karena, varian kasus Covid-19 masih mengancam dan bisa saja menyebar akibat tidak patuh prokes.
”Kasus pasien yang masih menjalani perawatan dan isolasi tersebar di 21 kecamatan dengan rincian 3 kecamatan masuk zona oranye atau risiko tinggi dan 17 kecamatan masuk zona kuning atau risiko sedang. Sementara 4 kecamatan masuk zona hijau, yakni Bantaran, Sumber, Sukapura dan Lumbang,” terangnya. (mas/fun) Editor : Fandi Armanto