Kebakaran itu terjadi sekira pukul 13.00. Syafi’i, tetangga korban mengatakan, api diduga muncul dari sisa pembakaran jerami kering di sekitar kandang. Ia mengungkapkan, setiap malam korban memang membakar jerami.
“Diduga karena saat malam harinya api belum mati sepenuhnya, sehingga siang hari api menjalar ke pagar kandang yang terbuat dari bambu. Kemudian, api langsung membesar,” jelasnya.
Membesarnya api memancing perhatian warga. Mereka pun berbondong-bondong mendatangi kandang sapi korban untuk membantu memadamkannya. Tak lama kemudian, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo, datang ke tempat kejadian. Bersama petugas damkar, warga bahu-membahu berusaha memadamkan api. Tak berselang lama, api berhasil dipadamkan.
“Sekitar setengah jam upaya masyarakat bersama damkar, baru membuahkan hasil. Api berhasil padam,” ujarnya.
Arifin yang juga tetangga korban mengatakan, beruntung 4 ekor sapi korban sejak pagi sudah dikeluarkan dari kandangnya. Ternak itu digembala di bawah pohon rindang di sekitar lokasi kebakaran. Sedangkan, Suhud bersama istrinya menjaga warung yang agak jauh dari rumahnya.
Selain kandang, ternyata api juga melalap becak motor (bentor) milik Suhud yang berada di dekat kandang. Syukur, tak sampau ludes. Hanya bagian sadelnya yang terbakar. (mu/rud) Editor : Jawanto Arifin