Kasi Pemeliharaan Dinas Perhubungan Asminanik mengatakan, tindakan mengganti dengan kabel gantung dilakukan setelah pihaknya melakukan identifikasi masalah. Kemudian diketahui bahwa tidak berfungsinya TL karena kabel jaringan bawah tanah terganggu akibat genangan air hujan.
Kondisi seperti ini membuat aliran listrik tidak normal dan kerap mati saat turun hujan deras. Oleh karena itu, kabel yang posisinya berada di bawah tanah tidak diaktifkan lagi dan menggantinya dengan kabel gantung sepanjang 25 meter.
https://radarbromo.jawapos.com/kraksaan/02/02/2021/traffic-light-jalan-pangsud-kraksaan-mati-arus-kendaraan-semrawut/
"Setelah mengetahui pangkal masalahnya, kabel yang sebelumnya ada di bawah tanah kemudian digantikan dengan kabel yang posisinya menggantung," ungkapnya, Selasa (9/2).
Menurutnya, penggantian kabel telah dilakukan sepekan yang lalu. Yakni dengan menyambungkan kabel pada empat TL. Saat ini kondisi empat simpang ruas jalan sudah normal. Sehingga pengguna jalan tidak khawatir sebab arus lalu lintas sudah dipandu dengan lampu.
"Sudah terhindar dari genangan air, kondisi TL juga sudah baik. Jadi pengguna jalan sudah bisa mengetahui kondisi aman dan tidaknya lalu lintas saat melewati perempatan," katanya.
Di samping itu, untuk memastikan kondisi lampu lalu lintas tetap berfungsi dengan baik, Dishub rutin melakukan pemantauan sekaligus pengecekan. Sehingga kemacetan dan potensi kecelakaan bisa dihindarkan.
"Beberapa waktu lalu sempat dikeluhkan semrawut, tapi sekarang sudah diatasi," ujar Nanik. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin