Besaran anggaran tersebut dirasa masih minim. Pasalnya banyak cabang olahraga yang harus mendapatkan pembinaan. Untuk menyiasati agar anggaran yang telah diberikan mencukupi, pengurus KONI harus mengambil kebijakan yang tepat. Salah satunya menjaring cabang olahraga yang lebih unggul dan diproyeksikan bisa memberikan prestasi bagi Kabupaten Probolinggo.
“Anggaran tidak berubah, tetap seperti tahun sebelumnya sekitar Rp 3 miliar untuk pembinaan atlet. Harus bisa bijak menggelontorkan dana supaya tidak sia-sia,” ujar Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo, Khalid Abu Bakar.
Menurutnya, hingga kini masih masih dikaji cabang olahraga mana saja yang akan menjadi target prioritas pembinaan. Pasalnya, kondisi pandemi program latihan dibatasi agar tidak terpapar virus yang saat ini masih melanda.
“Besaran dana yang diberikan kepada cabang olahraga tentu perlu melihat proyeksi atlet dan keseriusan dalam berlatih. Sebab dana yang diberikan sejatinya untuk mendukung cabang olahraga menjadi berprestasi,” katanya.
Lanjut Khalid, di tengah pandemic, pertandingan resmi cabang olahraga belum dilaksanakan. Hanya saja program latihan regular pada atlet dan pertandingan persahabatan masih dilakukan. Pertandingan yang dilakukan pun tidak sering seperti kondisi normal. Hanya beberapa kali dilakukan untuk mengasah mental bertanding atlet.
“Record setiap cabang olahraga juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian dana. Jika recordnya baik dan berprestasi jumlah danannya lebih besar dibandingkan dengan cabang olahraga yang recordnya biasa saja,” pungkasnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin