Pustakawan Dispersip setempat Hestiyono Suko Adhi mengatakan, pihaknya memang sengaja membatasi pelayanan di Perpusda setempat, yakni hanya untuk pelayanan daring saja. Sementara untuk kunjungan ke dalam Perpusda, pihaknya masih belum berani membuka.
Ia menjelaskan, dalam layanan WiFi di area Perpusda, pihaknya tidak memberi batasan bagi pengunjung. Sebab, kebutuhan akses internet bagi masyarakat cukup tinggi. Terlebih bagi para pelajar yang pendidikannya melalui sistem daring.
“Siapa pun bisa mengakses. Tapi tempatnya di tempat baca yang berada di depan gedung,” ujarnya.
Selain WiFi, warga juga bisa menikmati layanan dari perpusda dengan menggunakan aplikasi peminjaman buku daring yang sudah tersedia. “Bisa pinjam secara online. Selama pandemi ini memang ada peningkatan peminjam,” ujarnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin