Fasilitas di Unzah Genggong semakin lengkap. Terbaru, perguruan tinggi yang sebelumnya masih berstatus institut ini meresmikan gedung perkuliahan untuk Program Studi (Prodi) Manajemen Keuangan Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Peresmiannya melengkapi fasilitas ruang perkuliahan lainnya yang telah dibangun sebelumnya. Sejauh ini, Unzah telah memiliki 34 ruang perkuliahan. Serta, masih akan membangun 12 ruang perkuliahan.
Peresmian gedung yang bekerja sama dengan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni dan Santri Zainul Hasan (DPP Tanaszaha) Genggong ini diawali dengan Haul ke-30 Pengasuh Ketiga Pesantren Zainul Hasan Genggong Almarhum Al Arif Billah K.H. Hasan Saifouridzall. Ia merupakan pendiri perguruan tinggi Unzah, yang beralamat di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan itu.
Selain para pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, acara juga dihadiri perwakilan Tanaszaha Genggong dari Pusat dan Ranting. Hadir juga Sekretaris Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Dr. H. Moh. Yunus Abu Bakar; Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si.; dan Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan.
Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M. mengatakan, Unzah didirikan untuk memberikan akses distribusi pendidikan kepada masyarakat sesuai keinginan pendiri. Yakni, K.H. Hasan Saifourridzal. Baik itu pendidikan agama maupun ilmu pengetahuan yang menjadi kebutuhan masa depan dan kebutuhan zaman.
“Insyaallah Unzah ini akan terus berkembang. Dan, insyaallah akan terus memberikan manfaat bagi umat. Karena untuk umat dan untuk masyarakat inilah, pesantren hadir di dunia pendidikan,” katanya.
Rektor Unzah Genggong Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag. mengatakan setelah beralih status menjadi universitas, Unzah tidak hanya akan menambah fasilitas ruang perkuliahan. Namun, juga akan terus mengembangkan jumlah prodinya. Sejauh ini ada 15 prodi dari 5 fakultas dan 1 Prodi Ma’had Aly Ullumul Hadist.
“Kami akan menambah 2 prodi S-1 lagi, yaitu Prodi Penjaskes dan Prodi Tadris IPA. Insyaallah, tahun 2021 akan berdiri program Pascasarjana Ekonomi Pendidikan Islam dan Manajemen Mutu,” ungkapnya.
Selanjutnya, prioritas ke depan, Unzah akan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) para dosen melalui jenjang karir. Yakni, meningkatkan jabatan akademik para dosen dengan cara akan mengawal percepatan proses kuliah para dosen ke program doktor.
“Kemudian, ada penulisan jurnal internasional. Bagaimana sekiranya 40 dosen itu tahun ini bisa memiliki jurnal internasional. Termasuk juga ada percepatan penulisan buku mata kuliah. Ke depan kami juga akan melakukan akreditasi internasional, ISO,” katanya. (uno/adv) Editor : Jawanto Arifin