Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesmavet Nikolas Nuryulianto mengatakan, peningkatan kebersihan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan virus korona. Penyemprotan cairan disinfektan di seluruh sudut RPH dilakukan.
“RPH beroperasi normal, tidak ada penutupan atau penyesuaian jam kerja, oleh karena itu perlu ditingkatkan kebersihannya agar terputus rantai penyebaran,” ujarnya.
Untuk itu, baik kebersihan lingkungan maupun petugas RPH turut diperhatikan. Sebanyak enam RPH yang ada di Kabupaten Probolinggo membekali petugas RPH dengan masker dan memberikan fasilitas pencuci tangan. Fasilitas ini menjadi salah salah satu sarana untuk meningkatkan kebersihan yang ada.
Tak hanya untuk petugas RPH, ini juga berlaku bagi masyarakat yang hendak melakukan penyembelihan di RPH. Petugas melakukan langkah persuasif dengan mengimbau warga untuk mengenakan masker untuk mengantisipasi agar tidak tertular virus. Kemudian mengimbau warga yang datang untuk memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan.
“Petugas RPH kami imbau agar dapat lebih menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar secara maksimal,” pungkasnya.
Upaya yang secara persuasif baik dan humanis dilakukan pada pemilik sapi dan penyembelih untuk lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Tak hanya untuk menjaga kebersihan, petugas jagal untuk sementara diharapkan tidak bergerombol bila tidak ada kepentingan mendesak.
“Saat ini pemotongan ternak di RPH tergantung pada permintaan pasar, yang terpenting saat ini adalah peningkatan kebersihan dan upaya pemutusan rantai penyebaran virus dilakukan sebaik-baiknya sesuai protokol,” ujar Niko. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin