Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Uria Lutvi Diarini mengatakan, awalnya jembatan jalan yang ambrol itu akan dibangun permanen oleh pihaknya. Tapi, terdesak waktu dan pencairan dana APBD tahun ini yang belum cair, maka pembangunan diurungkan.
“Jembatan jalan itu sudah masuk pada anggaran kami. Namun, kejadian itu adalah musibah dan sangat membutuhkan perbaikan dengan cepat. Maka pembangunannya dilakukan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Red) Kabupaten Probolinggo,” ujar Ria, sapaan akrabnya.
Ria membeberkan, perbaikan jembatan jalan ambrol itu sejatinya masuk pada program pemeliharaan ringan. Karena memakai DTT, maka anggaran itu diambilkan dari BPBD. “Dalam Proses teknisnya dilakukan pihak kami dan BPBD. Namun, untuk dananya itu mengunakan dana BPBD,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, perbaikan dengan jembatan jalan yang menggunakan DTT tak menjadi soal. Pengerjaan juga akan rampung dalam pekan ini. Pembangunan dilakukan dengan cara pembetonan sejak awal. Meski sebelumnya perbaikan rencananya akan dilakukan dengan pemasangan box culvert.
“Sebelumnya memang akan dilakukan dengan pemasangan box culvert. Namun, karena terkedala kendaraan, jadi perbaikan akan dilakukan dengan pembetonan,” ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan, setelah jembatan selesai, nantinya sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan bobot maksimal 3 ton. Kelas jalan yang sesuai dengan peraturan berat di jalan daerah. (mg1/fun) Editor : Jawanto Arifin