Ini diakui oleh petugas yang berjaga di hutan kota, Hamid. Rata-rata pengujung hutan kota, kata Hamid, didominasi oleh lembaga pendidikan. Selain itu, tiap harinya Hamid mencatat pengunjung yang datang tidak lebih dari 40 orang. Menurutnya, itu disebabkan banyak warga Probolinggo yang belum mengetahui.
“Semua pengunjung harus mengisi buku tamu yang disediakan. Rata-rata pengunjungnya banyak dari lembaga pendidikan, anggota Pramuka, dan warga sekitar saja. Saat hari-hari biasa memang sepi. Namun, berbeda dengan hari libur seperti tahun baru, bisa sampai seratus orang,” ujarnya saat ditemui Senin (17/2).
Di sisi lain, Luluk Darmawati, 25, salah satu pengunjung hutan kota mengatakan, dia baru mengetahui Kabupaten Probolinggo memiliki hutan kota dan dibuka untuk umum. Sehingga, dia mengaku baru pertama kali memasuki kawasan milik DLH tersebut.
“Kalau tidak diajak teman, saya tidak mungkin tahu. Sebab, hutan kota ini memang tidak banyak yang tahu,” ujarnya saat ditemui di hutan kota.
Hutan kota yang berletak di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, itu memang dibuka untuk umum. Saat ini di hutan kota banyak ditumbuhi pepohonan dan tanaman buah. Mulai dari mahoni, glodok payung, glodok tiyang, nangka, jambu air.
Di tahun 2018 lalu, DLH menambah pohon dan tanaman. Di antaranya bibit klengkeng, pohon kayu manis, avokad, jambu darsono, genitu, rambutan, dan sukun. Selain itu, aneka wahana yang ada seperti flying fox dan jaring laba-laba juga ada. Hal itu bertujuan untuk menarik pengunjung untuk datang. (mg1/fun) Editor : Jawanto Arifin