Salah seorang pengepul bunga bawang merah Amar, 29, mengatakan, pada 2016 harga bunga bawang mencapai Rp 20.000 per kilogram. Saat itu, harganya melebihi harga bawang merah yang hanya Rp 17.000 per kilogram. Tapi, kini harga bunga bawang merah sama dengan harga bawang merah kualitas rendah.
Amar mengatakan, berjualan bunga bawang merah tidak mudah rugi. Apalagi, dibandingkan dengan menjual bawang merah. Menurutnya, peminat bunga bawang merah sangat banyak. Sehingga, barangnya akan selalu habis. Berbeda dengan bawang merang yang harus menunggu beberapa hari.
“Orang kalau membeli bawang merah satu kilogram, untuk membeli kembali masih menunggu agak lama. Tapi, jika beli bunga bawang merah satu kilogram, sehari bisa langsung habis dikonsumsi,” ujar warga Desa Mranggonlawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu.
Menurutnya, saat ini harga bunga bawang masih sama dengan harga bawang merah. Antara Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per kilogram. Ia memprediksi, bulan depan harganya akan naik. “Kalau bawang merah harganya tetap turun seperti ini, bisa saja bulan depan harga bunganya akan lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan pedagang bunga bawang lainnya, Rohim, 26. Menurutnya, bulan depan harga bunga bawang akan naik karena masa produksinya akan berakhir bulan itu. Katanya, adanya bunga bawang mulai Mei hingga September. “Karena barang itu susah ada, sedangkan peminatnya banyak. Maka, otomatis harganya akan naik,” ujarnya.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Yulis Setyaningsing mengatakan, bawang di Kabupaten Probolinggo ini tergolong unik karena berbunga. Sedangkan, di daerah lain tidak berbunga. Itu, disebabkan adanya angin gending yang berlangsung mulai Mei-September. (mg1/fun) Editor : Jawanto Arifin