Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Bunga Bawang Setara Bawang Merah, Peminatnya Sangat Banyak

Jawanto Arifin • Kamis, 15 Agustus 2019 | 17:00 WIB
Photo
Photo
DRINGU, Radar Bromo - Sejak beberapa pekan terakhir, harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo cukup murah. Hanya Rp 12.000 per kilogram untuk yang berkualitas super. Sedangkan, yang kualitas rendah hanya 5.000 per kilogram. Harga terendah ini sama dengan harga bunga bawang yang juga Rp 5.000 per kilogram.

Photo
Photo
HARGA MURAH: Petani bawang merah di Gending saat panen. (Agus Faiz Musleh/Radar Bromo)

Salah seorang pengepul bunga bawang merah Amar, 29, mengatakan, pada 2016 harga bunga bawang mencapai Rp 20.000 per kilogram. Saat itu, harganya melebihi harga bawang merah yang hanya Rp 17.000 per kilogram. Tapi, kini harga bunga bawang merah sama dengan harga bawang merah kualitas rendah.

Amar mengatakan, berjualan bunga bawang merah tidak mudah rugi. Apalagi, dibandingkan dengan menjual bawang merah. Menurutnya, peminat bunga bawang merah sangat banyak. Sehingga, barangnya akan selalu habis. Berbeda dengan bawang merang yang harus menunggu beberapa hari.

“Orang kalau membeli bawang merah satu kilogram, untuk membeli kembali masih menunggu agak lama. Tapi, jika beli bunga bawang merah satu kilogram, sehari bisa langsung habis dikonsumsi,” ujar warga Desa Mranggonlawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu.

Menurutnya, saat ini harga bunga bawang masih sama dengan harga bawang merah. Antara Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per kilogram. Ia memprediksi, bulan depan harganya akan naik. “Kalau bawang merah harganya tetap turun seperti ini, bisa saja bulan depan harga bunganya akan lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan pedagang bunga bawang lainnya, Rohim, 26. Menurutnya, bulan depan harga bunga bawang akan naik karena masa produksinya akan berakhir bulan itu. Katanya, adanya bunga bawang mulai Mei hingga September. “Karena barang itu susah ada, sedangkan peminatnya banyak. Maka, otomatis harganya akan naik,” ujarnya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Yulis Setyaningsing mengatakan, bawang di Kabupaten Probolinggo ini tergolong unik karena berbunga. Sedangkan, di daerah lain tidak berbunga. Itu, disebabkan adanya angin gending yang berlangsung mulai Mei-September. (mg1/fun) Editor : Jawanto Arifin
#harga bawang #bawang anjlok #bawang merah