Tak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan toilet tersebut sekitar Rp 1,2 miliar. Rinciannya, pembangunan toilet komunal di Wisma Ucik, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Pembangunan toilet komunal ini anggarannya Rp 237 juta.
Selanjutnya, empat unit toilet akan dibangun di wisata Ranu Segaran, Kecamatan Tiris. Pembangunan empat unit toilet ini dianggarkan sekitar Rp 380 juta. Dan, yang terakhir yaitu pembangunan lima unit toilet di wisata P 30, Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber. Anggarannya mencapai Rp 750 juta.
Semua anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata. “Tujuan pembangunan itu juga untuk memberikan pelayanan dan melengkapi fasilitas di daerah wisata. Sehingga, wisatawan merasa lebih nyaman,” terang Kasi Destinasi Wisata, Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Musa.
Dilanjutkan Musa, anggaran pembangunan toilet itu memang cukup besar. Namun, dia memastikan, anggaran itu sudah sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Sehingga, tidak ada pemborosan dalam pembangunan toilet itu.
"Itu, sudah sesuai RAB. Saat kami hitung memang anggarannya seperti itu. Juga toilet ini dibangun bertaraf internasional. Jadi, bukan bertaraf nasional," tuturnya.
Selain itu, dua lokasi pembangunan berada di pegunungan. Di wisata P30 misalnya, pembangunanya berada di puncak. Sehingga, membutuhkan anggaran transportasi yang cukup besar.
"Yang besar trasportasinya. Sebab, ada di pegunungan semua. Jadi, anggarannya besar. Untuk mengangkut materialnya saja sudah cukup besar anggarannya," tandasnya.
Saat ini, menurutnya, pembangunan toilet itu dalam proses perencanaan. "Semuanya masih dalam proses perencanaan. Nanti akan dibangun pada triwulan kedua," katanya.
Rencananya, proyek ini akan dilelang. Sebab, anggaran pembangunannya cukup besar. "Lebih dari Rp 200 juta anggarannya. Jadi ya dilakukan lelang. Proses lelang saat ini masih belum dibuka. Untuk pembukaannya kami belum tahu kapan," tandasnya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin