Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Siapkan Jembatan Darurat untuk Buka Akses Warga yang Terisolir

Jawanto Arifin • Rabu, 12 Desember 2018 | 15:45 WIB
Photo
Photo
TIRIS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menyiapkan langkah kedaruratan. Terutama, solusi terkait jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung antardusun yang putus. Rencananya, BPBD akan membangun jembatan darurat.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Selasa (11/12). “Salah satu yang harus segera disikapi dengan kedaruratan yakni menyiapkan jembatan darurat di titik jembatan yang putus. Terutama jembatan yang menjadi satu-satunya akses bagi warga,” terangnya.

Diketahui, jembatan penghubung yang putus berdampak pada mobilitas warga. Jembatan itu menghubungkan Dusun Kedaton dan Dusun Lawang Kedaton. Akibatnya, warga di dua dusun itu terisolasi. Kedua dusun itu berada di daerah paling ujung perbatasan Kabupaten Probolinggo.

Selain jembatan penghubung di dua dusun itu, jembatan lain yang rusak di antaranya jembatan Krajan dan Campoan di Desa Andungbiru; tiga jembatan di Desa Tiris; dan satu jembatan di Dusun Gambiran, Desa Tlogoargo. Untuk merealisasikan langkah tersebut, BPBD sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim. Yakni, untuk bantuan penanganan pascabencana.

Anung mengatakan, proses evakuasi material longsor yang memenuhi jembatan dan rumah warga dipastikan lama jika dilakukan dengan manual. Oleh karena itu, perlu diturunkan alat berat. “Banyak yang harus dilakukan, akibat dampak dari bencana banjir bandang dan longsor ini. Termasuk rumah warga yang rusak akibat bencana ini,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) ini juga mengimbau agar warga lebih waspada. Karena dikhawatirkan terjadi bencana susulan.

Saat hujan deras turun, masyarakat diminta tidak berada di dalam rumah. Tetapi, mencari tempat yang dirasa lebih aman. “Masyarakat harus waspada bencana banjir dan longsor saat terjadi hujan deras,” katanya.

Pelayanan kesehatan di Desa Andungbiru pun terganggu akibat peristiwa tersebut. Pasalnya, Ponkesdes yang merupakan fasilitas utama kesehatan masyarakat setempat rusak. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo pun memutuskan untuk memindahkan pelayanan kesehatan itu ke Puskesmas Tiris.

“Pelayanan kesehatan, Ponkesdes rusak ringan. Lumpur-lumpur sisa banjir bandang sangat tebal dan menumpuk di Ponkesdes. Jadi, kami memutuskan untuk dipindahkan pelayanan kesehatan untuk sementara,” terang Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjanto.

Bahkan, Tim Reaksi Cepat Probolinggo (Trackpro) Dinkes berencana mengevakuasi dua warga yang tengah hamil tua ke Puskesmas Tiris. Yakni, Tasilawatul, 30 dan Hariyanti, 23, yang sama-sama asal Dusun Kedaton. Sebab, kedua warga yang tinggal di Dusun Kedaton itu sudah memasuki minggu-minggu proses melahirkan.

Malam seusai kejadian, tim Trackpro sudah turun melakukan penanganan pada korban yang terdampak bencana. Termasuk yang menangani korban bencana longsor yang selamat. Shodiq menjelaskan, pihaknya juga mendata beberapa kelompok risiko sakit akibat bencana. (mas/rf) Editor : Jawanto Arifin
#bpbd kabupaten probolinggo #banjir bandang #tanah longsor #bencana #warga hanyut #longsor tiris