Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ratusan undangan sudah berdatangan di gedung Grahadi sekitar pukul 07.00 pagi. Penjagaan saat itu cukup ketat.
Satu persatu Bupati dan Wakil Bupati terpilih pun mulai datang ke Gedung Grahadi. Mereka memasuki area pelataran di karpet merah dan disambut oleh kelompok Paskibraka dan diiringi drum band lagu nasional.
Pasangan Bupati Puput Tantriana Sari dan Wabup Timbul Prihanjoko datang ke Gedung Grahadi pukul 08.31. Tantriana datang didampingi suaminya yang juga anggota DPR RI, Hasan Aminuddin. Sementara Timbul Prihanjoko didampingi istrinya, Nunung Timbul Prihanjoko.
Ke 12 Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih di 12 daerah yaitu Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Bangkalan, Bojonegoro, Nganjuk, Pamekasan, Magetan, Madiun, Lumajang, Bondowoso, Jombang dan Kota Malang memasuki gedung Grahadi pukul 08.55.
Tepat pukul 09.00, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memasuki gedung Grahadi dan memulai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, Wali kota dan Wakil Wali kota termasuk Pelantikan Ketua tim penggerak PKK dan Ketua Dekrasnada.
Setelah pembacaan surat keputusan tentang pemberhentian Bupati dan Wali Kota. Serta pengangkatan bupati dan wali kota terpilih, sekitar pukul 09.20, dilakukan pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Soekarwo kepada Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota terpilih. Setelah itu, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan dan pakta integritas.
Sekitar pukul 10.13, acara dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekrasnada. Di Kabupaten Probolinggo, adalah Nunung Timbul Prihanjoko yang dilantik.
Gubernur Soekarwo dalam sambutannya setelah memasang tanda pangkat dan tanda jabatan kepada kepala daerah terlantik mengucapkan selamat kepada Kepala daerah yang dilantik. Dikatakan masyarakat Jawa Timur khususnya yang memiliki pemimpin baru akan merasa bangga dengan hadirnya pemimpin baru yang memiliki mandat dan impian baru.
“Sehingga dengan amanah yang baru ini semoga membawa kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik lagi,” jelasnya.
Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu juga menyoroti kinerja KPU dan Bawaslu yang sudah baik dalam penyelenggaran Pilkada serentak 2018. Sehingga, proses pesta demokrasi bisa berjalan aman dan tertib.
Dengan dengan dilantiknya kepala daerah yang baru diharapkan pemimpin baru ini dapat menyiapkan program yang lebih menyejahterakan rakyat. Kepala daerah juga diminta, meningkatkan hubungan yang baik dengan DPRD sebagai mitra kerja. Serta, menjalankan program yang sejalan dengan visi misi presiden dan Gubernur agar terjadi harmonisasi dari Pusat ke daerah.
Tak lupa, Soekarwo juga meminta kepala daerah sangat berhati-hati dengan korupsi. Ini lantaran integritas kepala daerah sangat dipertaruhkan.
Soekarwo juga memberikan pesan ke masing-masing kepala daerah terpilih. Untuk Kabupaten Probolinggo, Soekarwo berpesan agar perlu lagi fokus dalam penurunan kemiskinan. Serta di bidang pendidikan, agar angka harapan sekolah juga perlu ditingkatkan.
Setelah pelantikan, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari mengatakan, salah satu prioritas programnya adalah memaksimalan dan meningkatan kualitas pelayanan publik. “Kami ingin, masyarakat merasakan hadirnya pemerintahan. Sehingga kekurangan yang masih ada dari kepemimpinan sebelumnya, bisa lebih dimaksimalkan dalam periode ini dalam peningkatan pelayanan publik,” jelasnya.
Selain itu pembangunan infrastruktur jalan, utamanya di pedesaan juga ditargetkan lebih baik lagi. Selain itu, program mengurangi tingkat kemiskinan dengan memberdayakan UKM yaitu ekonomi berbasis masyarakat juga masuk prioritas.
“Untuk pemberdayaan UKM, sudah kami lakukan sejak 2013. Dan, akan lebih kita tingkatkan lagi,” jelas Tantri. (eka/mie)
Editor : Muhammad Fahmi