Informasi yang dihimpun menyebutkan, jenazah perempuan itu ditemukan di timur pos pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton. Jenazah ditemukan sekitar pukul 20.00.
Diduga jenazah perempuan itu adalah tuna wisma. “Menurut keterangan sejumlah saksi, selama tiga hari sebelum kejadian, pejalan kaki tersebut beraktifitas di jalan sekitar lokasi kejadian,” terang Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo, Ipda I Nyoman Harayasa.
Dari olah TKP, diduga kuat Mrs X itu adalah korban tabrak lari. Korban yang belum diketahui identitasnya itu hendak menyeberang dari arah utara ke selatan.
Saat bersamaan, diduga secara mendadak kendaraan yang juga tidak dikenal berjalan dari barat ke timur. “Diduga korban tabrak lari. Usai menabrak, kendaraan tak dikenal itu terus kabur,” kata Nyoman.
Saat pertama ditemukan, korban mengenakan sarung warna cokelat dengan motif garis - garis putih. Korban saat ditemukan menggunakan kaus lengan pendek warna hijau.
Korban memiliki tinggi sekitar 150 sentimeter. Rambutnya berwarna hitam sekitar sebagu. Bagian gigi atas keropos. Sementara gigi bawah utuh.
“Badannya kurus, kulitnya berwarna hitam kusam, kuku panjang kotor. Umurnya diperkirakan sekira 45 tahun,” jelas I Nyoman Harayasa. (hil/mie)
TANPA IDENTITAS: Jenazah korban saat dibawa ke tempat pemulasaran RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. (Hilal Lahan Amrullah/Jawa Pos Radar Bromo) Editor : Muhammad Fahmi