KETAJAMAN hasil foto merupakan salah satu hal paling penting dalam fotografi. Memang seperti mudah dalam praktiknya. Namun, hal itu sering menjadi momok bagi para fotografer dalam mencipta sebuah karya foto. Terutama bagi mereka yang pemula atau sedang belajar fotografi.
Tajam atau tidaknya sebuah karya foto umumnya disebabkan beberapa faktor. Mulai kurangnya penguasaan teknik memotret, kendala dan kualitas gear atau alat kamera, hingga situasi dan kondisi (sikon) yang tak menunjang saat pemotretan.
Namun, tak ada yang tidak bisa diselesaikan dalam fotografi. Semua pasti ada solusinya. Pun bisa dengan cara diakali. Salah satunya teknik tack sharp. Yaitu, teknik memfokuskan objek utama dalam foto agar terlihat lebih tajam dan lebih detail dari latar atau objek lainnya.
Nah, dalam rubrik Klinik Fotografi edisi kali ini, saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana agar foto jepretan Anda menjadi lebih tajam dan tak mengalami blur (buram). Berikut beberapa tip/trik yang bisa dilakukan supaya hasil foto Anda tampil lebih tajam:
- Pastikan Lensa dalam Kondisi Bersih
Salah satu faktor yang menyebabkan foto tidak tajam adalah lensa kamera dalam keadaan kotor. Terutama, yang menggunakan kamera smartphone. Lebih disarankan periksa dulu kondisi lensa kameranya. Lensa yang kotor, apalagi berminyak, akan berakibat gambar tidak tajam.
- Gunakan Lensa yang Berkualitas
Semua lensa kamera sejatinya memiliki fungsi yang sama. Terutama pada focal length maupun aperture-nya. Namun, lensa yang memiliki kualitas tinggi tentu berbeda dengan lensa biasa. Selain memiliki kecepatan dan akurasi fokus yang tinggi, lensa berkualitas umumnya dilengkapi dengan fitur dan tambahan khusus yang mampu meminimalkan efek flare dan ghost.
- Gunakan Aperture Rendah
Agar hasil jepretan lebih tajam, Anda disarankan menggunakan aperture atau bukaan rendah. Perlu diketahui bahwa semakin rendah nilai aperture atau semakin besar bukaannya, ketajaman gambar pada foto akan makin berkurang. Praktisnya, aperture rendah, seperti f/16 atau f/22, akan membuat semua bagian foto tampak lebih tajam dibanding menggunakan aperture f/1.8 maupun f/2.
- Gunakan Speed Lebih Tinggi
Salah satu penyebab foto tidak tajam adalah penggunaan shutter speed telalu lambat. Shutter speed yang lambat rentan membuat foto jadi blur. Apalagi bila penempatan kamera pada posisi yang tidak stabil. Oleh karena itu, hindari setting speed lambat. Pada pencahayaan normal, seperti siang hari, Anda bisa menggunakan speed di atas 1/100s.
- Atur ISO Jangan Terlalu Tinggi
ISO memiliki peran penting dalam fotografi. Terutama terkait ketajaman hasil jepretan kamera. Pengaturan ISO dapat memengaruhi terang atau tidaknya hasil foto. Aturlah ISO dengan menyesuaikan speed yang Anda gunakan. Tapi, perlu diingat, semakin tinggi ISO, makin banyak pula noise yang akan muncul pada gambar. Jadi, pastikan lebih dulu pengaturan yang pas dengan menghindari penggunakan ISO terlalu tinggi.
- Gunakan Tripod yang Kukuh
Fungsi tripod, tak lain adalah menopang kamera agar tetap stabil tanpa goyah. Tripod banyak digunakan oleh para fotografer yang suka hunting malam dengan teknik foto long exposure. Oleh karena itu, pakailah tripod yang memiliki kaki-kaki yang kukuh dan tahan goyangan atau getaran.
- Gunakan Aplikasi atau Software Penajam Foto
Terkadang fotografer baru mengetahui hasil jepretannya buram setelah melakukan pemotretan. Nah, cara terakhir yang bisa digunakan adalah mengeditnya. Yakni, menajamkan hasil jepretan tersebut dengan menggunakan software atau aplikasi edit foto. Anda bisa memanfaatkan aplikasi ataupun software edit foto. Seperti, adobe photoshop atau aplikasi penajam foto lain yang disediakan secara online.
Itulah beberapa tip yang bisa Anda gunakan agar foto hasil jepretan kamera Anda tampil lebih tajam. Kiat-kiat di atas tak hanya berlaku bagi Anda yang terbiasa menggunakan kamera digital, tapi juga untuk para pengguna kamera smartphone. Semoga bermanfaat. Semangat terus belajar dan selamat mencoba. Salam jepret…. (*) Editor : Jawanto Arifin