MASIH jamak masyarakat yang menganggap banyak makan telur rebus dapat menyebabkan bisul atau udunen. Tak sedikit orang tua melarang anaknya mengonsumsi telur dalam jumlah banyak karena khawatir muncul benjolan bernanah di kulit.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dokter Beny Rayen Suhendra, salah satu dokter umum di Kabupaten Probolinggo menegaskan bahwa bisul bukan disebabkan oleh konsumsi telur.
Dalam dunia medis, bisul dikenal dengan istilah furunkel, yakni infeksi pada folikel rambut yang umumnya disebabkan oleh bakteri.
"Masih ada yang tidak berani makan telur banyak-banyak karena takut bisulan atau udunen. Padahal bukan karena makan telur banyak," ujar dokter yang bertugas di Puskesmas Suko Maron ini.
Beny mengatakan, dirinya justru termasuk orang yang rutin mengonsumsi telur hampir setiap hari. Bahkan dalam satu kali makan, ia bisa menghabiskan dua hingga tiga butir telur tanpa mengalami keluhan bisul.
Menurutnya, bisul muncul akibat adanya infeksi bakteri pada folikel rambut. Infeksi tersebut terjadi ketika bakteri masuk melalui luka kecil atau goresan pada permukaan kulit.
"Penyebab udun itu adalah infeksi pada folikel rambut. Kok bisa terjadi infeksi? Biasanya karena kebiasaan menggaruk kulit. Gatal sedikit langsung digaruk terus-menerus," jelasnya.
Kebiasaan menggaruk menggunakan kuku yang panjang dan kurang bersih menjadi salah satu faktor yang sering tidak disadari masyarakat.
"Apalagi kalau kukunya panjang, kotor. Ada goresan sedikit saja di kulit, itu bisa menjadi jalan masuk kuman. Akhirnya terjadi infeksi di folikel rambut dan menghasilkan nanah. Itulah yang kemudian menjadi bisul," terangnya.
Karena itu, menjaga kebersihan kulit dan kuku menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah terjadinya bisul. Kuku sebaiknya dipotong secara rutin agar tidak melukai kulit saat digaruk.
Di sisi lain, dr. Beny mengingatkan agar masyarakat tidak menjauhi telur hanya karena termakan mitos. Sebab, telur justru merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan gizi yang sangat lengkap dan mudah didapat.
"Jadi, bisul itu bukan karena makan telur, tetapi karena infeksi. Tidak usah takut lagi makan telur. Telur ini proteinnya tinggi, lemaknya juga termasuk lemak yang baik. Tidak masalah makan telur dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan," tegasnya.
Bagus untuk Tumbuh Kembang Anak
TELUR rebus dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Satu butir telur mengandung sekitar enam hingga tujuh gram protein yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Protein juga berperan dalam pembentukan enzim, hormon, serta menjaga daya tahan tubuh.
Tak hanya itu, telur juga kaya akan vitamin dan mineral penting, seperti vitamin A, vitamin D, vitamin B12, zat besi, selenium, serta kolin. Kandungan kolin dalam telur diketahui berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan fungsi saraf.
Bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, konsumsi telur dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mendukung perkembangan fisik dan kemampuan belajar. Sementara bagi orang dewasa, protein dalam telur membantu menjaga massa otot agar tetap optimal.
Telur rebus juga menjadi pilihan menu sehat bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Kandungan proteinnya memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan.
Selain itu, vitamin D dalam telur berperan dalam menjaga kesehatan tulang karena membantu penyerapan kalsium. Kandungan lutein dan zeaxanthin yang terdapat pada kuning telur juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko gangguan penglihatan akibat pertambahan usia.
Meski demikian, konsumsi telur tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Penderita penyakit tertentu yang memerlukan pembatasan asupan kolesterol dianjurkan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah konsumsi yang sesuai.
Edukasi kesehatan seperti ini dinilai penting untuk meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat. Sebab, informasi yang keliru dapat membuat seseorang menghindari makanan bergizi yang justru bermanfaat bagi tubuh.
Jadi, jika selama ini enggan menikmati telur rebus karena takut bisulan, mungkin sudah saatnya mengubah pandangan tersebut.
"Yang perlu diwaspadai bukanlah telurnya, melainkan kebiasaan menjaga kebersihan diri. Karena bisul bukan muncul dari apa yang dimakan, melainkan dari infeksi yang masuk melalui kulit yang tidak terjaga kebersihannya," katanya.
Kandungan dalam Telur Rebus
· Satu butir telur rebus ukuran besar hanya mengandung sekitar 77–80 kalori yang termasuk rendah.
· Punya protein tinggi yakni sekitar 6 gram dan mudah diserap tubuh
· Mengandung 5 gram lemak, termasuk asam lemak tak jenuh yang membantu penyerapan vitamin.
Manfaat Kesehatan Utama
· Menjaga Berat Badan: Kombinasi protein tinggi dan lemak sehat membantu Anda merasa kenyang lebih lama sehingga menekan keinginan ngemil berlebih
· Nutrisi Mata Lengkap: Mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang melindungi retina dari degenerasi makula akibat penuaan
· Aman untuk Lambung dan Sendi karena bagian putih telur rebus bersifat basa dan rendah lemak sehingga ramah penderita asam lambung, serta aman bagi penderita asam urat karena rendah purin.
Mitos dan Fakta Tentang Telur
Mitos
Kolesterol: Banyak yang takut makan telur karena kolesterol kuningnya.
Fakta
Bagi orang sehat, konsumsi 1–2 butir telur rebus per hari tidak meningkatkan risiko penyakit jantung karena mayoritas kolesterol darah diproduksi oleh organ hati sendiri, bukan dari makanan.
Mitos
Penyebab Bisul: Makan telur sering dituduh menyebabkan bisulan atau bintitan.
Fakta
Secara medis, kecuali jika orang tersebut memang memiliki riwayat alergi bawaan terhadap protein telu
Dari Berbagai Sumber
(mu/fun)
Editor : Abdul Wahid