Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hiking, Olahraga Murah untuk Menjaga Stamina

Muhamad Busthomi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:30 WIB
NILAI PLUS: Keindahan alam di Air Terjun Glongsor, Desa Gondosuli, Puspo yang dinikmati Bambang bersama komunitas hikingnya. (Foto: dok pribadi)
NILAI PLUS: Keindahan alam di Air Terjun Glongsor, Desa Gondosuli, Puspo yang dinikmati Bambang bersama komunitas hikingnya. (Foto: dok pribadi)

BERSAMA komunitasnya, Bambang berpose di kawasan Air Terjun Glongsor, Desa Gondosuli, Kecamatan Puspo, setelah menuntaskan jalur hiking.

Menjadi anggota DPRD tidak hanya dituntut kuat berpikir. Fisik juga harus prima. Aktivitas yang padat, mobilitas tinggi, hingga agenda yang sering berlangsung dari pagi hingga malam membuat kebugaran menjadi kebutuhan.

Itulah yang dirasakan Bambang Yuliantoro Putro. Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan asal Pasrepan itu memilih hiking sebagai salah satu cara menjaga kebugaran tubuh.

Sebenarnya, olahraga bukan hal baru bagi Bambang. Jauh sebelum menjadi legislator, saat masih bertugas sebagai perangkat desa, ia sudah terbiasa berolahraga. Jalan cepat dan lari menjadi rutinitas yang hampir tidak pernah ditinggalkan.

Namun seiring bertambahnya aktivitas, Bambang mencari variasi olahraga yang tidak hanya menyehatkan. Tetapi juga memberi tantangan sekaligus penyegaran pikiran.

Pilihan itu jatuh pada hiking.

“Kalau hiking, sehatnya dapat, tantangannya dapat, refreshing-nya juga dapat. Setelah seminggu penuh bekerja dan bertemu banyak persoalan, rasanya pikiran kembali segar,” ujar Baros –sapaannya.

Menurutnya, hidup sehat sebenarnya tidak harus mahal. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki sudah cukup memberi manfaat besar bagi tubuh jika dilakukan secara rutin.

Karena itu, ia membiasakan diri berjalan kaki sedikitnya lima kilometer setiap hari mengelilingi kampung. Kebiasaan tersebut menjadi fondasi menjaga kebugaran harian.

Sementara pada akhir pekan, ia memilih menjelajahi berbagai lokasi alam yang masih tersembunyi atau hidden gem di Kabupaten Pasuruan.

Beberapa di antaranya adalah Air Terjun Glongsor di Desa Gondosuli, Kecamatan Puspo, dan kawasan Rambut Moyo yang juga berada di wilayah Puspo.

Perjalanan menuju lokasi tersebut memang tidak mudah. Jalur menanjak, jalan setapak, hingga medan berbatu menjadi tantangan tersendiri. Namun justru itulah yang membuat hiking terasa berbeda.

“Tubuh bergerak, jantung bekerja lebih optimal, tetapi mata juga dimanjakan pemandangan alam. Itu yang membuat saya ketagihan,” katanya.

Ia berharap masyarakat semakin membudayakan pola hidup sehat melalui aktivitas sederhana yang mudah dijangkau. Tidak harus bergantung pada fasilitas olahraga mahal.

“Yang penting mau bergerak. Mulai dari jalan kaki saja dulu. Tubuh kita memang diciptakan untuk aktif bergerak,” pungkasnya. (tom/fun)

 

Latih Jantung dan Otot Sekaligus

POPULARITAS hiking terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas yang memadukan olahraga dan wisata alam itu kini tidak hanya digemari anak muda, tetapi juga kalangan pekerja hingga keluarga.

Praktisi kebugaran Ferdian menilai hiking memiliki keunggulan dibanding aktivitas fisik biasa karena melibatkan banyak kelompok otot dalam satu waktu.

Saat seseorang berjalan di medan menanjak, tubuh dipaksa bekerja lebih keras. Otot kaki, pinggul, punggung, hingga otot inti tubuh ikut aktif menjaga keseimbangan.

“Ada unsur ketahanan, kekuatan otot, keseimbangan, dan daya tahan jantung yang terlatih secara bersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, medan yang bervariasi membuat tubuh terus beradaptasi. Hal itu berbeda dengan berjalan di jalan datar yang cenderung memiliki pola gerakan sama.

Selain manfaat fisik, hiking juga memberi keuntungan dari sisi psikologis. Paparan udara segar dan suasana alam terbuka membantu mengurangi tingkat stres akibat rutinitas pekerjaan.

“Banyak orang merasa lebih segar setelah hiking karena tubuh bergerak dan pikiran mendapatkan suasana baru. Itu kombinasi yang baik untuk kesehatan,” katanya.

Meski demikian, Ferdian mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung memilih jalur yang terlalu berat. Pemula sebaiknya memulai dari trek pendek dengan elevasi ringan.

Persiapan juga perlu diperhatikan. Mulai dari kondisi fisik, kecukupan air minum, alas kaki yang nyaman, hingga memahami rute yang akan dilalui.

“Tetapi jangan sampai meremehkan faktor keselamatan. Tubuh harus dipersiapkan dan kemampuan diri harus diukur,” tegasnya.

Menurut Ferdian, hiking dapat menjadi pilihan ideal bagi masyarakat yang mulai bosan dengan olahraga monoton. Selain membakar kalori, aktivitas ini juga memberikan pengalaman petualangan yang menyenangkan.

“Kalau dilakukan rutin, manfaatnya sangat baik. Tubuh lebih bugar, pikiran lebih rileks, dan motivasi berolahraga biasanya juga lebih terjaga,” pungkasnya. (tom/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Treking #hiking #kesehatan