PASURUAN, Radar Bromo - Penyakit TBC bukan sekadar batuk biasa. Ia adalah tantangan kesehatan yang memerlukan ketelatenan luar biasa.
Di wilayah kerja Puskesmas Wonorejo, tercatat ada 255 pejuang TBC yang terdeteksi sepanjang tahun 2023 melalui aksi jemput bola dan pelacakan kontak erat.
Kepala UOBF Puskesmas Wonorejo, dr Annisa Ulana menguraikan, Tuberculosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri “Mycobacterium tuberculosis”.
Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi dapat menyebar ke organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, otak, dan ginjal.
TBC menyebar melalui udara, ketika seseorang dengan TBC paru – paru batuk, bersin, berbicara atau bernyanyi.
Orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TBC, bisa terinfeksi. TBC dapat diobati dengan antibiotik, tetapi pengobatan memerlukan waktu yang lama, biasanya 6 bulan atau lebih.
Menyadari hal itu, Puskesmas Wonorejo meluncurkan inovasi BEMO MAS BOBI. “Inovasi ini, merupakan akronim dari Bimbingan Pasien dan PMO untuk Menuntaskan Pengobatan TB,” kata Dokter Annisa-sapaannya.
Kegiatan yang dilakukan di inovasi ini, dengan melakukan pendamping pasien TBC di Puskesmas Wonorejo.
Tujuannya, pendamping bisa memantau pasien saat minum obat TBC. Dengan begitu, secara bertahap angka kasus penularan TBC dapat diturunkan. (one)
Editor : Jawanto Arifin