PASURUAN, Radar Bromo - Bulan Timbang Februari merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka memenuhi informasi tentang data status gizi balita secara komprehensif dan mencegah terjadinya kekurangan Vitamin A (KVA).
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau tumbuh kembang balita dan mendeteksi dini stunting.
Kegiatan pada bulan timbang posyandu meliputi, pengukuran berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar lengan atas (bayi usia 6 bulan ke atas), pengukuran lingkar kepala, pemberian Vitamin A (biru dosis 100.000 IU untuk usia 6-12 bulan, merah dosis 200.000 IU untuk usia 13-59 bulan), pemberian Obat Cacing (usia di atas 1 tahun), deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak serta imunisasi.
Di wilayah Puskesmas Purwosari, terdapat 65 posyandu yang tersebar di 11 desa/kelurahan melakukan kegiatan bulan timbang pada bulan Februari tahun 2026. Kegiatan dilakukan oleh bidan desa/kelurahan atau tenaga kesehatan lainnya dibantu oleh kader posyandu yang sudah terlatih.
Selain itu, keberhasilan bulan timbang juga melibatkan peran serta masyarakat yang aktif membawa balitanya ke posyandu.
“Hal ini menunjukkan masyarakat telah memiliki kesadaran tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita,” kata Plt Kepala Puskesmas Purwosari, dr. Titin Yuliani, S.H.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa. Supportnya berupa pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita pada kegiatan Posyandu, pemberian susu untuk Ibu Hamil, PMT untuk balita dengan gizi kurang, serta honorarium dan pembinaan untuk para kader dari masing-masing desa.
Sebanyak 3.790 sasaran telah mendapatkan vitamin A dan obat cacing di posyandu.
Tidak semua sasaran datang ke posyandu dikarenakan banyak faktor, diantaranya orang tua bekerja.
Namun, untuk mengatasi masalah tersebut kader posyandu aktif melakukan kunjungan rumah untuk memberikan vitamin A dan obat cacing agar semua sasaran bayi dan balita memperoleh vitamin A dan obat cacing.
Sementara itu, hasil deteksi dini balita stunting yang ditemukan di posyandu segera di laporkan petugas gizi Puskesmas Purwosari agar dilakukan tindak lanjut.
“Penting bagi kita menyadari bahwa balita adalah calon generasi penerus bangsa, di mana masa pertumbuhan dan perkembang balita harus menjadi perhatian kita bersama,” bebernya. (one)
Editor : Jawanto Arifin