PASURUAN, Radar Bromo - Kader kesehatan merupakan ujung tombak terlaksanananya program kesehatan, yang dicanangkan oleh pemerintah.
Terlebih dengan program Posyandu ILP (Integrasi layanan Primer) yang dicanangkan Kementrian Kesehatan.
Di mana kader diharapkan mampu memberikan pelayanan pada seluruh siklus hidup.
Mencakup bayi/balita/anak prasekolah, ibu hamil/nifas/menyusui, anak usia sekolah/remaja, usia dewasa dan lanjut usia.
Sehingga Puskesmas selaku pembina teknis dari Posyandu, memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan pada kader kesehatan.
Puskesmas Gondangwetan mencanangkan inovasi “SMART GONTA” atau Sistem Pembinaan Kader Kolaboratif dan Terintegrasi Puskesmas Gondangwetan.
Inovasi ini merupakan langkah pembinaan bagi para kader binaan Puskesmas Gondangwetan.
“Inovasi SMART GONTA dilaksanakan untuk memudahkan pembinaan pada kader kesehatan. Jadi, bisa diakses di mana saja dan kapan saja oleh Bu Kader. Apalagi, di Kecamatan Gondangwetan terdiri dari 20 desa dengan 572 kader kesehatan. Dengan keterbatasan jumlah petugas, inovasi ini juga dapat membantu agar pembinaan bisa dilakukan secara merata ke seluruh kader kesehatan. Namun untuk melengkapinya, juga dilakukan asistensi praktek Posyandu ILP dan kunjungan rumah di balai desa masing-masing,” ujar dr Mardina Fajarningsih selaku Kepala UOBF Puskesmas Gondangwetan.
Ia menambahkan, pembinaan kader secara kolaboratif dan integriasi bertujuan agar kader dapat dengan mudah menguasai 25 keterampilan kader dan mengimpelementasikan Posyandu ILP dengan optimal.
SMART GONTA diaplikasikan dengan memanfaatkan fitur Whatsapp Auto Reply.
Dalam platform tersebut kader bisa mendapatkan materi dalam bentuk chat, gambar maupun video kolaborasi antara program promosi kesehatan sebagai pengampu Posyandu ILP dengan berbagai lintas program di Puskesmas Gondangwetan.
Inovasi SMART GONTA juga dijalankan dengan menggandeng CSR PT Tirta Investama Keboncandi dan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) yang membantu pembinaan serta asistensi kader kesehatan.
Setelah diterapkan selama kurang lebih satu tahun, hasil yang didapatkan adalah seluruh desa telah menerapkan Posyandu ILP dan kader mampu mencapai strata klasifikasi nilai purwa, madya maupun utama. (one)
Editor : Jawanto Arifin