Oleh: Sekar Ayu Tirta Safa, Mahasiswa S1 Prodi Gizi Universitas Airlangga
KEFIR adalah jenis minuman susu terfermentasi yang sangat ideal dikonsumsi guna mencegah dan mengatasi berbagai macam penyakit.
Teksturnya sedikit lebih encer. Serta lebih asam dibandingkan yoghurt yang lebih banyak dikenal masyarakat.
Beberapa peneliti mengatakan bahwa kefir merupakan minuman tradisional yang dibuat dengan menggunakan susu kambing dan biji kefir.
Biji kefir sendiri merupakan kumpulan koloni bakteri dan ragi baik yang berbentuk butiran kecil putih kekuningan mirip dengan kembang kol mini, didalamnya terkandung asam laktat sebagai probiotik yang sangat baik untuk pencernaan.
Biji kefir digunakan sebagai kultur starter atau komponen penting dalam pembuatan kefir.
Selain biji kefir, bahan yang lain yang turut ada dan andil adalah susu segar terpasteurisasi yang kemudian keduanya dicampur dan difermentasi selama 24 jam pada suhu kamar sekitar 30 derajat celcius.
Kefir termasuk dalam minuman populer dan telah dikonsumsi sejak ribuan tahun lalu.
Manfaat yang diperoleh jika mengonsumsi kefir yakni meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi penyakit infeksi, mengontrol kadar gula darah, menurunkan kolesterol jahat, menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan kesehatan tulang, menurunkan risiko osteoporosis, mencegah kerusakan gigi, menurunkan risiko kanker.
Selain itu, juga membantu detoksikasi racun, memperbaiki proses pencernaan, mengatasi penyakit lactose intolerant, membantu menurunkan berat badan, mengontrol inflamasi, serta baik bagi kesehatan kulit dan rambut.
Kandungan aktif yang ada dalam kefir diantaranya adalah asam amino esensial yang lengkap (vit A, B1, B2, B5, B6, B7, B9, B12, C, dan K), mineral (kalsium, kalium, fosfor, magnesium, zat besi, seng, tembaga, dan mangan).
Kandungan probiotik aktif yang ada dalam kefir diantaranya yakni bakteri asam laktat dari genus Lactobacilli (Lactobacilli kefir, L. casei, L. paracasei, L. acidophilus, L. brevis, L. plantarum, L. fermentun, dan L. rhamnosus), Lactococci (Lactococcus lactis subsp. Lactis dan L. lactis subsp. Cremoris), Kluyveromyces lactis, dan Saccharomyces cerevisiae.
Kandungan di atas sangat bermanfaat bagi saluran pencernaan karena mampu memberikan keseimbangan mikroba, juga kaya zat gizi seperti protein, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Guna meningkatkan imunitas serta bersifat antiinflamasi, antialergi, antiobesitas, antimikroba, dan antikanker.
Khususnya pada individu yang terdeteksi kolesterol tinggi. Kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu timbulnya penyakit-penyakit kardiovaskular seperti aterosklerosis (penumpukan plak atau endapan kemak pada dinding arteri sehingga arteri menjadi keras dan menyempit), penyakit jantung koroner, stroke, serta diabetes.
Mengonsumsi kefir dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah melalui aktivitas BAL (Bakteri Asam Laktat) yang berperan sebagai probiotik.
BAL dapat mengikat kolesterol. Sehinga, penyerapan kolesterol dapat dicegah dengan mengubah kolesterol dalam usus menjadi koprostanol. Sehingga, tidak dapat diserap oleh usus kemudian akan keluar bersama feses.
BAL ditujukan untuk mengurangi jumlah kolesterol yang diserap dan tidak akan menunjukkan efek samping yang berat.
Bakteri asam laktat memiliki kemampuan mengubah karbohidrat sederhana menjadi asam laktat yang menyebabkan peningkatan pH lingkungan menjadi rendah sehingga mikroba lain tidak tumbuh.
Dan pada kondisi yang sama, terjadi peningkatan ikatan air dengan lipid melalui lipoprotein (HDL).
Peningkatan HDL yang berfungsi mengangkut kolesterol perifer ke arah hati dan akan sekaligus menyingkirkan kelebihan kolesterol dan mencegah terjadinya plak atau aterosklerosis.
Dengan demikian, kefir menjadi salah satu alternatif yang dapat dikonsumsi dalam jangka panjang karena harganya yang cenderung lebih murah dan minim efek samping dibandingkan dengan obat.
Dengan berbagai kandungan gizi dan manfaat kesehatannya, dapat disimpulkan bahwa kefir merupakan minuman fungsional yang tidak hanya menyehatkan sistem pencernaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, menurunkan risiko penyakit degeneratif, serta menjadi alternatif alami yang aman dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh. (*)
Sumber:
Rinanti, R. F., Utomo, B., & Tribudi, Y. A. (2022). Mekanisme Konsumsi Kefir Pada Penurunan Kolesterol Darah. Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, 7(2), 166. https://doi.org/10.32503/fillia.v7i2.2333
Editor : Muhammad Fahmi