PASURUAN, Radar Bromo - Stunting masih menjadi masalah kesehatan balita di Indonesia.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dampak dari stunting tidak hanya pada tinggi badan yang kurang. Namun juga perkembangan intelektual, kognitif, motorik yang buruk.
Puskesmas Raci hadir dengan pelayanan kesehatan, khususnya dalam pencegahan stunting.
Baik saat kehamilan maupun di masa menyusui dengan 2 inovasinya. Pantau Sehat Bumil dengan USG di Puskesmas Raci (PANSUS) dan Gerakan Peduli Air Susu Ibu (ASI), Mencegah Anak Stunting (Geli ASI Mas). Apa itu?
PANSUS merupakan inovasi berupa pemantauan pemeriksaan kehamilan rutin atau antenatal care (ANC) dan USG.
Selama hamil, ibu disarankan untuk periksa minimal 6 kali. Satu kali pada trimester pertama, 2 kali pada trimester kedua, dan 3 kali pada trimester ketiga.
Minimal 2 kali pemeriksaan oleh dokter pada trimester pertama dan ketiga dengan memakai USG.
Caranya sangat mudah. Bisa melalui bidan desa untuk pemantauannya dan bisa langsung datang ke Puskesmas untuk ANC Terpadu dan USG oleh dokter.
“Kami memiliki 2 dokter yang sudah dilatih khusus untuk melayani ibu hamil dengan USG. Sehingga pelayanan USG bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat, yaitu di Puskesmas Raci,” kata Kepala UOBF Puskesmas Raci, drg. Erlin Fitriany.
Sementara Geli ASI Mas, merupakan inovasi yang fokus pada pencegahan stunting pasca melahirkan.
Yakni dilakukan dengan cara mendorong ibu pasca melahirkan untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD).
Terutama memberikan kolostrum dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Selain itu, juga diberikan promosi mengenai pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan disertai pemantauan tumbuh kembang rutin minimal 1 bulan sekali di posyandu atau puskesmas kepada keluarga.
Kegiatan ini dilakukan oleh tim dari petugas gizi bekerjasama dengan bidan desa serta kader kesehatan dengan konsep pemberdayaan masyarakat.
“Harapannya dengan dua inovasi ini, angka stunting bisa lebih di tekan sehingga generasi yang lahir menjadi generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas,” sampainya. (one)
Editor : Jawanto Arifin